\n
untuk pertama kalinya suara ai berpidato di majelis tinggi parlemen inggris index
untuk pertama kalinya suara ai berpidato di majelis tinggi parlemen inggris index

AI ElevenLabs Kembalikan Suara Anggota Parlemen Inggris, Jane Campbell Bisa Berpidato Lagi

LONDON — Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membantu Jane Campbell, anggota House of Lords Inggris, kembali menyampaikan pidato dengan suaranya sendiri setelah bertahun-tahun bergantung pada asisten untuk membacakan pidatonya akibat penyakit yang dideritanya.

Dalam debat mengenai rancangan undang-undang perawatan kesehatan pada 13 Oktober 2026, Campbell, 67 tahun, menggunakan teknologi kloning suara dari ElevenLabs untuk membacakan pidato yang telah ditulis dan dipersiapkannya sendiri.

Teknologi tersebut memungkinkan Campbell menyampaikan gagasan dan argumennya menggunakan suara buatan AI yang dirancang menyerupai suara aslinya.

Campbell menderita atrofi otot tulang belakang (spinal muscular atrophy) sejak berusia satu tahun. Penyakit tersebut menyebabkan kemampuan bicaranya menurun secara bertahap. Sejak 2012, ia mengandalkan bantuan asisten untuk menyampaikan pidatonya di majelis tinggi parlemen Inggris.

Penggunaan AI kini memberinya alternatif untuk berbicara langsung melalui suara digital yang menyerupai suaranya sebelum kemampuan bicaranya menurun.

ElevenLabs Menghidupkan Kembali Suara Asli Jane Campbell

Campbell memilih teknologi ElevenLabs setelah mempelajari kemampuan platform tersebut dalam mereproduksi suara manusia.

Prosesnya menggunakan rekaman audio lama milik Campbell sebagai referensi untuk menghasilkan suara digital yang menyerupai karakteristik vokal, gaya bicara, dan intonasinya.

Setelah suara digital tersebut dibuat, Campbell memasukkan teks pidato yang telah disiapkannya. AI kemudian menghasilkan audio yang diputar melalui perangkat pendukung di ruang sidang.

Dengan pendekatan ini, teknologi tidak menggantikan Campbell dalam menyusun argumen. AI berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan kata-kata yang telah dirumuskan sendiri olehnya.

Campbell menegaskan bahwa penggunaan teknologi tersebut tidak mengubah kepemilikannya atas gagasan maupun isi pidato.

“Saya menggunakan AI untuk mengucapkan kata-kata saya, bukan untuk membiarkan orang lain memasukkan kata-kata ke dalam mulut saya,” ungkap Campbell.

Ia menegaskan bahwa pidato, argumen, dan gagasan tersebut sepenuhnya berasal darinya. Baginya, suara AI itu merupakan cara untuk mempertahankan identitas dan gaya komunikasinya.

Menurut ElevenLabs, penggunaan suara yang dihasilkan AI tersebut menjadi yang pertama bagi seorang anggota parlemen Inggris untuk berbicara di House of Lords maupun House of Commons.

AI Membuka Peluang Partisipasi yang Lebih Inklusif

Penggunaan suara AI oleh Campbell juga menandai perkembangan baru dalam upaya meningkatkan aksesibilitas di parlemen Inggris.

Pada 2012, Committee for Procedure di House of Lords memberikan izin khusus kepada Campbell untuk membawa asisten pribadi ke ruang sidang guna membacakan pidatonya.

Keputusan tersebut merupakan pengecualian terhadap aturan parlemen yang telah berlaku sejak 1707, yang membatasi hak berbicara di ruang sidang kepada anggota House of Lords sendiri.

Penggunaan suara digital berbasis AI menjadi mekanisme khusus berikutnya yang memungkinkan Campbell berpartisipasi dalam kegiatan parlemen.

Pemimpin House of Lords Inggris, Michael Forsyth, berpandangan bahwa anggota dengan keahlian dan kontribusi seperti Campbell perlu memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi secara penuh.

Ia juga menyoroti potensi AI dalam menciptakan perubahan positif, meskipun sejumlah penerapan teknologi tersebut masih menimbulkan kekhawatiran.

Kasus Campbell menunjukkan bahwa AI tidak hanya berpotensi meningkatkan produktivitas atau mengotomatisasi pekerjaan. Teknologi ini juga dapat membantu mengatasi hambatan komunikasi yang dihadapi penyandang disabilitas.

Dengan memanfaatkan teknologi suara digital, seseorang yang mengalami kesulitan berbicara tetap dapat menyampaikan gagasan dan berpartisipasi dalam kegiatan profesional maupun publik.

Jane Campbell Dorong Perluasan Dukungan bagi Penyandang Disabilitas

Pidato Campbell tidak hanya menyoroti penggunaan teknologi AI, tetapi juga membahas pentingnya dukungan kesehatan bagi penyandang disabilitas.

Dalam pidatonya, ia mengangkat persoalan Personal Health Budgets (PHB), yaitu anggaran perawatan kesehatan pribadi yang tersedia di Inggris untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan perawatan yang memenuhi ketentuan program tersebut.

Dana tersebut dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan seperti pengobatan, peralatan medis, dan perawatan pribadi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Campbell menyerukan agar penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan tersebut memperoleh akses terhadap PHB. Ia juga mendorong perluasan program agar dapat membantu lebih banyak orang yang membutuhkan perawatan dan dukungan.

“Saya bergantung pada anggaran perawatan kesehatan pribadi saya. Dari pengalaman saya sendiri, saya mengerti bagaimana memiliki kendali atas dukungan yang saya terima dapat membuat perbedaan besar pada kemampuan saya untuk hidup mandiri,” katanya.

Campbell merupakan aktivis hak-hak penyandang disabilitas di Inggris. Ia diangkat menjadi anggota seumur hidup House of Lords pada 2007.

Pengalaman pribadinya dalam menghadapi keterbatasan fisik turut memberikan perspektif langsung mengenai pentingnya akses terhadap layanan kesehatan, teknologi pendukung, dan kebijakan yang memungkinkan penyandang disabilitas menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

ElevenLabs Targetkan Pemulihan Suara bagi Lebih Banyak Orang

ElevenLabs menyatakan bahwa teknologinya telah membantu lebih dari 11.000 orang yang kehilangan kemampuan berbicara akibat penyakit atau cedera untuk memperoleh kembali suara digital.

Perusahaan tersebut juga menargetkan penggunaan teknologinya untuk membantu satu juta orang di seluruh dunia memulihkan suara mereka.

Teknologi kloning suara memungkinkan karakteristik vokal seseorang direproduksi berdasarkan sampel audio. Dalam konteks aksesibilitas, teknologi ini dapat memberikan alternatif komunikasi bagi mereka yang mengalami gangguan bicara atau kehilangan kemampuan berbicara.

Namun, penggunaan teknologi tersebut juga perlu memperhatikan persetujuan pemilik suara, perlindungan data pribadi, serta pencegahan penyalahgunaan suara sintetis untuk penipuan atau penyebaran informasi palsu.

Kasus Campbell memperlihatkan salah satu penerapan AI yang berorientasi pada kebutuhan manusia. Teknologi tidak mengambil alih gagasan atau keputusan seseorang, melainkan membantu menyampaikan apa yang ingin ia katakan.

Bagi penyandang disabilitas, kemajuan AI seperti ini bukan sekadar persoalan teknologi. Kemampuan untuk kembali menyampaikan pendapat dengan suara sendiri juga berarti mempertahankan identitas, kemandirian, dan kesempatan untuk berpartisipasi secara setara dalam kehidupan masyarakat.

About applegeekz

<

Check Also

nekat bakar uang rp404 triliun blunder fatal schneider electric bikin sahamnya hancur lebur index

Nekat Bakar Uang Rp404 Triliun, Blunder Fatal Schneider Electric Bikin Sahamnya Hancur Lebur!

Langkah Kontroversial Schneider Electric Schneider Electric, raksasa teknologi energi asal Prancis, baru-baru ini mengumumkan akuisisi …