Apple TV baru-baru ini menampilkan sebuah video yang dibagikan oleh Greg Joswiak, kepala pemasaran Apple, untuk memperlihatkan bagaimana Zach Cregger, sutradara Resident Evil, memanfaatkan iPhone dalam proses pembuatan film. Video tersebut memberi gambaran tentang cara seorang sutradara merancang adegan secara visual sebelum produksi berjalan. Bagi Cregger, iPhone bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga perangkat kerja yang membantu menerjemahkan ide menjadi rencana gambar yang lebih konkret.
Dalam video itu, Cregger menjelaskan bahwa ia menggunakan iPhone bersama aplikasi Cadrage untuk merencanakan urutan pengambilan gambar jauh sebelum kamera utama digunakan. Ia menentukan shot apa yang akan diambil, lensa apa yang cocok untuk setiap shot, dan apa saja yang akan terlihat di dalam frame. Dengan cara ini, rencana visual tidak berhenti sebagai catatan kasar, tetapi berubah menjadi acuan yang bisa dilihat dan dipahami oleh tim produksi.
Daftar Isi
iPhone sebagai Alat Perencanaan Visual
Pendekatan yang ditunjukkan Cregger menempatkan iPhone sebagai alat previsualisasi yang praktis. Alih-alih mengandalkan deskripsi verbal yang bisa ditafsirkan berbeda oleh setiap anggota kru, ia memakai gambar untuk mengunci maksud sebuah adegan. Setiap bidikan dapat dipikirkan lebih matang: apakah perlu lensa lebar untuk memperlihatkan ruang, lensa lebih sempit untuk menekankan detail, atau komposisi tertentu yang mendukung suasana cerita. Karena perangkatnya mudah dibawa, proses perencanaan bisa dilakukan di lokasi, saat membaca naskah, atau ketika ide muncul secara mendadak.
Aplikasi Cadrage membantu Cregger melihat bagaimana sebuah shot akan tampak melalui layar ponsel. Dengan begitu, ia bisa menguji pilihan lensa dan framing sebelum tim kamera bekerja dengan peralatan yang lebih besar. Bagi produksi film, kebiasaan ini dapat menghemat waktu karena keputusan visual sudah memiliki dasar yang jelas. Meski demikian, inti dari metode Cregger bukanlah perangkat mahal, melainkan kebiasaan merencanakan gambar secara disiplin dan membagikan rencana itu kepada seluruh tim.
Alur Kerja yang Sudah Dipakai di Weapons dan Barbarian
Cregger menyebut bahwa proses tersebut telah ia gunakan dalam Weapons dan Barbarian, dua film yang ia tulis sekaligus sutradarai. Menurutnya, setiap adegan dalam kedua film itu direncanakan dengan foto-foto sebelumnya. Artinya, iPhone dan aplikasi Cadrage berperan dalam tahap persiapan, ketika sutradara masih menyusun bahasa visual dan menentukan bagaimana cerita akan disampaikan melalui gambar.
Kebiasaan ini menunjukkan bahwa perencanaan visual bisa dilakukan dengan alat yang relatif sederhana. Cregger tidak harus menunggu seluruh kru berkumpul untuk mulai membayangkan sebuah adegan. Ia bisa mengambil gambar acuan lebih dahulu, lalu menggunakannya sebagai bahan diskusi. Dalam produksi film, gambar acuan semacam ini membantu menyamakan persepsi antara sutradara, penata kamera, penata artistik, dan departemen lain yang terlibat.
Cetak Gambar agar Kru Memahami Arahan
Setelah merancang shot melalui iPhone, Cregger mencetak gambar-gambar tersebut. Langkah ini membuat kru mengetahui dengan tepat apa yang harus dilakukan. Gambar cetak menjadi semacam peta visual di lokasi: tim dapat melihat komposisi yang diinginkan, memahami sudut pengambilan gambar, dan menyesuaikan pekerjaan mereka dengan rencana sutradara. Dengan cara itu, komunikasi di lapangan menjadi lebih langsung dan mengurangi kemungkinan salah tafsir.
Bagi Cregger, mencetak gambar juga membantu menjaga konsistensi. Ketika produksi berlangsung sibuk dan banyak keputusan harus diambil cepat, referensi visual yang tercetak bisa menjadi pengingat sederhana tentang arah kreatif yang sudah ditetapkan. Metode ini tidak menghilangkan spontanitas di lokasi, tetapi memberi kerangka yang jelas sehingga perubahan yang terjadi tetap selaras dengan visi awal.
Pesan di Balik Video Apple
Video yang dibagikan Joswiak memperlihatkan sisi lain dari penggunaan iPhone dalam industri film. Joswiak menulis bahwa ia tidak bisa menyamai kecintaan Cregger pada rasa takut, tetapi ia bisa menyamai kecintaan Cregger pada iPhone dalam proses pembuatan film. Ungkapan itu menegaskan bahwa iPhone diposisikan sebagai alat yang fleksibel, termasuk untuk pekerjaan kreatif yang menuntut perencanaan detail.
Cregger sendiri menyampaikan pesan yang sederhana: semua orang bisa membuat film dengan apa yang ada di saku. Menurutnya, semuanya ada di sana. Pernyataan ini tidak berarti bahwa pembuatan film hanya bergantung pada ponsel, tetapi menunjukkan bahwa alat sehari-hari dapat menjadi titik awal untuk merancang cerita, menyusun gambar, dan mengomunikasikan ide kepada tim. Dalam konteks Cregger, iPhone berfungsi sebagai jembatan antara gagasan dan rencana produksi yang lebih matang.
Ketersediaan Resident Evil
Resident Evil kini tersedia untuk disewa atau dibeli, termasuk melalui aplikasi Apple TV. Bagi penonton yang ingin melihat hasil kerja Cregger, film tersebut dapat diakses melalui layanan tersebut. Sementara itu, video tentang cara Cregger menggunakan iPhone memberi wawasan tambahan tentang proses di balik layar, khususnya bagaimana teknologi konsumen dapat masuk ke dalam alur kerja pembuatan film profesional.
Secara keseluruhan, kisah Zach Cregger menunjukkan bahwa perencanaan visual tidak selalu memerlukan perangkat rumit. iPhone dan aplikasi Cadrage dipakai untuk menentukan shot, lensa, dan isi frame, lalu gambar hasilnya dicetak agar kru memiliki arahan yang jelas. Metode ini telah diterapkan dalam Weapons dan Barbarian, dan kini menjadi bagian dari cara Cregger memandang proses pembuatan film: sederhana, terencana, dan dapat dibagikan kepada tim.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi