JAKARTA — Antusiasme terhadap iPhone Duo memicu lonjakan harga di pasar jual kembali setelah stok pemesanan awal global dilaporkan habis dalam hitungan menit. Salah satu penawaran untuk varian 2 TB berwarna Night Sky di eBay mencapai USD4.999 atau sekitar Rp89,48 juta, jauh di atas harga resmi Apple di Amerika Serikat.
Harga tersebut sekitar 56 persen lebih tinggi dibandingkan banderol resmi sebesar USD3.199 atau sekitar Rp57,26 juta. Situasi ini memperlihatkan bagaimana pasokan terbatas dan tingginya permintaan dapat menciptakan peluang keuntungan bagi penjual kembali, sekaligus meningkatkan biaya bagi konsumen yang ingin memperoleh perangkat lebih cepat.
Daftar Isi
Pemesanan Awal iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Menit
Pemesanan awal global iPhone Duo dibuka pada Jumat, 16 Oktober 2026, waktu setempat. Tidak lama setelah periode pemesanan dimulai, stok gelombang pertama dilaporkan habis sehingga estimasi pengiriman di Amerika Serikat mundur hingga 25 Januari 2027.
Apple menyatakan bahwa respons konsumen terhadap pemesanan awal perangkat tersebut sangat tinggi. Kondisi ini mengindikasikan adanya permintaan besar terhadap produk baru Apple, terutama karena perangkat tersebut disebut sebagai ponsel lipat pertama perusahaan.
Namun, stok yang cepat habis tidak serta-merta menunjukkan jumlah penjualan akhir yang akan dicapai. Ketersediaan unit pada gelombang pertama, kapasitas produksi, dan distribusi antarnegara turut memengaruhi waktu tunggu konsumen.
Salah satu estimasi yang beredar menyebut alokasi awal hanya sekitar 200.000 unit. Angka tersebut perlu diperlakukan sebagai perkiraan, bukan jumlah resmi yang telah dikonfirmasi Apple.
Harga Jual Kembali Tembus Rp89 Juta
Terbatasnya ketersediaan perangkat membuka peluang bagi penjual di pasar sekunder untuk menawarkan harga lebih tinggi. Di eBay, varian iPhone Duo berkapasitas 2 TB dengan warna Night Sky dilaporkan ditawarkan seharga USD4.999, atau sekitar Rp89,48 juta.
Jika dibandingkan dengan harga resmi USD3.199, terdapat selisih USD1.800. Dengan kata lain, harga penawaran tersebut mencapai sekitar 1,56 kali banderol resmi di Amerika Serikat.
Bahkan, penawaran tertinggi yang disebut dalam laporan mencapai USD5.200 atau sekitar Rp93,08 juta. Nilai tersebut lebih dari dua kali harga dasar iPhone Duo di pasar Amerika Serikat, meskipun perbandingan itu tidak menggunakan kapasitas penyimpanan yang sama.
Perlu dibedakan antara harga yang dipasang penjual dan harga transaksi yang benar-benar dibayarkan pembeli. Penawaran tinggi di platform jual beli belum membuktikan bahwa perangkat tersebut terjual pada harga tersebut.
Harga Resmi iPhone Duo di Indonesia
Di Indonesia, pemesanan awal iPhone Duo dijadwalkan dibuka pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB melalui iBox, Digimap, dan Hello Store. Penjualan perdana direncanakan berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Berdasarkan daftar harga dalam informasi yang diberikan, perangkat ini hadir dengan empat pilihan kapasitas penyimpanan. Berikut rincian harga yang dilaporkan.
| Varian iPhone Duo | Harga di Indonesia | 256 GB | Rp45.678.910 | 512 GB | Rp51.999.000 | 1 TB | Rp61.999.000 | 2 TB | Rp75.999.000 |
|---|
Dengan banderol Rp75.999.000, varian 2 TB di Indonesia masih lebih murah Rp13.481.000 dibandingkan penawaran eBay sebesar Rp89,48 juta. Perbedaan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang hendak membeli perangkat melalui jalur resmi.
Meski demikian, konsumen perlu memperhitungkan faktor lain sebelum membandingkan harga, termasuk garansi, kepastian stok, biaya pengiriman, pajak, serta risiko transaksi dengan penjual pihak ketiga.
Mengapa Harga Indonesia Lebih Mahal?
Sebagai pembanding, varian 256 GB disebut dibanderol USD1.999 di Amerika Serikat, atau sekitar Rp35,78 juta berdasarkan konversi dalam laporan. Sementara itu, harga yang tercantum untuk Indonesia mencapai Rp45.678.910.
Selisihnya sekitar Rp9,9 juta, atau kurang lebih 28 persen dibandingkan nilai konversi harga Amerika Serikat. Namun, perbedaan ini tidak otomatis mencerminkan margin keuntungan distributor atau peritel.
Harga ritel antarnegara dapat dipengaruhi pajak, biaya impor, nilai tukar mata uang, distribusi, serta struktur harga lokal. Karena itu, perbandingan yang akurat perlu mempertimbangkan apakah harga yang digunakan sudah mencakup pajak dan biaya lain yang berlaku di masing-masing negara.
Bagi konsumen Indonesia, membeli melalui distributor resmi dapat memberikan kepastian mengenai saluran distribusi dan layanan purnajual. Sebaliknya, perangkat dari pasar jual kembali mungkin menawarkan ketersediaan lebih cepat, tetapi harganya dapat jauh lebih tinggi dan risikonya perlu diperiksa secara cermat.
Antusiasme Konsumen Menarik Perhatian Peritel
CEO Erajaya Digital Joy Wahjudi menilai respons positif terhadap pemesanan awal iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max mencerminkan antusiasme konsumen terhadap inovasi Apple. Ia juga menyampaikan optimisme terhadap kehadiran iPhone Duo dan pengalaman baru yang ditawarkannya kepada pelanggan.
Sementara itu, sejumlah akun di Threads dilaporkan menawarkan iPhone Duo dengan harga mencapai Rp90 juta. Fenomena ini menunjukkan bahwa tingginya minat terhadap perangkat baru dapat mendorong munculnya pasar sekunder bahkan sebelum pasokan tersedia secara luas.
Meski demikian, harga yang dipasang penjual di media sosial perlu diverifikasi sebelum dijadikan acuan nilai pasar. Konsumen sebaiknya memeriksa reputasi penjual, bukti kepemilikan barang, ketentuan pembayaran, dan perlindungan transaksi sebelum melakukan pembelian.
Spesifikasi dan Pasokan Menjadi Penentu
Menurut informasi dalam laporan tersebut, iPhone Duo memiliki layar utama berukuran 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci. Perangkat ini juga disebut menggunakan cip A20 Pro dan kamera utama beresolusi 48 megapiksel.
Jika spesifikasi tersebut sesuai dengan produk yang dipasarkan, desain lipat dan layar berukuran besar berpotensi menjadi daya tarik bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas antara ponsel dan perangkat untuk menikmati konten. Namun, pengalaman penggunaan sehari-hari, daya tahan engsel, kualitas layar, serta kemampuan baterai tetap menjadi faktor penting dalam menilai nilai produk.
Di Malaysia, sebagian besar konfigurasi pada toko daring peritel resmi juga dilaporkan habis selama pemesanan awal. Kondisi tersebut mengindikasikan tingginya minat di sejumlah pasar, meskipun ketersediaan stok dapat berbeda menurut negara dan kapasitas penyimpanan.
Counterpoint Research memperkirakan penjualan iPhone Duo dapat mencapai sekitar enam juta unit sepanjang 2026. Analis Senior Counterpoint Research Ivan Lam menekankan bahwa proyeksi tersebut bergantung pada kelancaran produksi perangkat baru.
Siapa yang Paling Diuntungkan dari Lonjakan Harga?
Dalam situasi pasokan terbatas, penjual kembali berpotensi memperoleh keuntungan jika mampu menjual perangkat di atas harga pembelian awal. Namun, keuntungan aktual bergantung pada harga perolehan, biaya transaksi, ongkos pengiriman, pajak, dan kemungkinan penurunan harga ketika pasokan mulai meningkat.
Sebaliknya, konsumen yang membeli melalui pasar sekunder harus menanggung risiko membayar premi tinggi untuk memperoleh perangkat lebih cepat. Mereka juga perlu memastikan bahwa unit yang dibeli benar-benar tersedia, sesuai spesifikasi, dan disertai jaminan yang jelas.
Bagi konsumen yang tidak membutuhkan perangkat secepatnya, menunggu hingga stok resmi lebih stabil dapat menjadi pilihan yang lebih rasional. Ketika distribusi membaik, tekanan akibat kelangkaan berpotensi berkurang dan harga di pasar jual kembali dapat menyesuaikan.
Pada akhirnya, lonjakan harga iPhone Duo memperlihatkan bagaimana kombinasi antusiasme konsumen dan keterbatasan pasokan dapat menciptakan peluang bisnis sekaligus risiko pembelian. Besarnya permintaan awal memang menarik perhatian, tetapi harga transaksi nyata dan kelancaran produksi akan menentukan apakah fenomena tersebut bertahan dalam jangka panjang.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi