JAKARTA — Meta mengumumkan pengembangan Petal, proyek kabel bawah laut lintas samudra yang diklaim mampu menghadirkan kapasitas transmisi data hingga satu petabit per detik (1 Pbps). Infrastruktur ini dirancang untuk menjawab kebutuhan transfer data global yang terus meningkat seiring berkembangnya layanan digital dan komputasi berskala besar.
Kabel bawah laut menjadi komponen penting dalam jaringan internet dunia karena membawa sebagian besar lalu lintas data antarbenua. Dengan kapasitas yang jauh lebih besar, Petal berpotensi memperkuat konektivitas antara pusat-pusat data dan jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah.
Meta menargetkan sistem tersebut mulai beroperasi pada 2029. Proyek ini dikembangkan bersama sejumlah perusahaan teknologi dan telekomunikasi, termasuk NEC, Sumitomo Electric Industries, dan Orange.
Daftar Isi
Kapasitas Petal Ditargetkan Mencapai 1 Pbps
Meta menyebut Petal dirancang untuk menyediakan kapasitas transmisi hingga 1 Pbps. Satu petabit per detik setara dengan satu kuadriliun bit per detik, atau sekitar satu juta gigabit per detik dalam satuan desimal.
Kapasitas tersebut ditujukan untuk menangani pertumbuhan lalu lintas data internasional. Layanan komputasi awan, platform media sosial, video streaming, dan aplikasi berbasis kecerdasan buatan membutuhkan konektivitas yang semakin besar untuk mengirimkan data antarpusat data dan pengguna.
Menurut Meta, kapasitas Petal diproyeksikan mencapai sekitar dua kali lipat kemampuan kabel lintas samudra tercanggih yang menjadi pembanding dalam pengumuman perusahaan. Meta juga menyatakan target peningkatan kapasitas tersebut tidak memerlukan peningkatan konsumsi energi maupun dimensi fisik infrastruktur secara signifikan.
Klaim tersebut menunjukkan pentingnya inovasi pada teknologi transmisi, bukan hanya memperbesar jumlah kabel. Meski demikian, perbandingan kapasitas dan konsumsi energi perlu dilihat berdasarkan konfigurasi sistem serta kondisi operasional yang digunakan sebagai acuan.
Teknologi Serat Optik Multi-Inti Jadi Kunci
Salah satu teknologi yang disebut mendukung Petal adalah multi-core fiber atau serat optik multi-inti. Teknologi ini memungkinkan satu serat optik memiliki lebih dari satu inti untuk membawa sinyal cahaya, sehingga kapasitas transmisi dapat ditingkatkan tanpa harus memperbesar diameter serat secara proporsional.
Dalam penjelasan Meta, desain yang digunakan menempatkan dua inti transmisi optik dalam satu serat. Pendekatan tersebut berbeda dari serat optik konvensional yang umumnya menggunakan satu inti untuk mengirimkan sinyal.
Teknologi multi-inti menawarkan potensi peningkatan kapasitas dengan memanfaatkan ruang yang tersedia di dalam serat secara lebih efisien. Namun, penerapannya pada kabel bawah laut berskala komersial juga membutuhkan rekayasa sistem yang cermat, termasuk pengelolaan sinyal, penguatan optik, dan keandalan transmisi dalam jarak jauh.
Selain kapasitas serat, kinerja kabel bawah laut dipengaruhi oleh berbagai komponen pendukung. Perangkat penguat sinyal, terminal pendaratan, sistem kelistrikan, serta pengelolaan jaringan turut menentukan kapasitas yang dapat digunakan secara nyata.
Menghubungkan Amerika Serikat dan Prancis
Petal direncanakan memiliki panjang sekitar 7.000 kilometer dan menghubungkan Amerika Serikat dengan Prancis. Jalur ini akan menjadi bagian dari infrastruktur konektivitas internasional yang mendukung pertukaran data antara dua wilayah dengan aktivitas digital yang besar.
Kabel bawah laut biasanya dibentangkan di dasar laut dan dihubungkan ke stasiun pendaratan di daratan. Dari titik tersebut, lalu lintas data diteruskan melalui jaringan terestrial menuju pusat data, penyedia layanan internet, dan berbagai platform digital.
Pembangunan jalur lintas samudra membutuhkan perencanaan teknis dan koordinasi yang kompleks. Selain proses pemasangan, pengembang perlu memperhitungkan kondisi dasar laut, perlindungan kabel, pemeliharaan, serta ketahanan jaringan terhadap gangguan fisik.
Target operasional pada 2029 berarti proyek tersebut masih memerlukan tahapan pengembangan dan implementasi sebelum kapasitasnya dapat dimanfaatkan secara komersial. Realisasi jadwal juga bergantung pada kelancaran pembangunan dan kesiapan seluruh komponen sistem.
Mendukung Pertumbuhan AI dan Pusat Data
Kebutuhan bandwidth internasional meningkat seiring pertumbuhan komputasi awan dan kecerdasan buatan. Model AI modern membutuhkan pertukaran data dalam jumlah besar, baik ketika dikembangkan maupun saat digunakan untuk melayani permintaan pengguna.
Pusat data yang tersebar di berbagai negara juga membutuhkan koneksi berkapasitas tinggi untuk mereplikasi data, menyinkronkan layanan, serta menjaga ketersediaan sistem. Infrastruktur seperti Petal dapat membantu menyediakan jalur transmisi tambahan bagi lalu lintas data antarbenua.
Bagi perusahaan teknologi, kabel bawah laut bukan sekadar fasilitas konektivitas. Infrastruktur ini juga berperan dalam meningkatkan kendali atas kapasitas jaringan, mendukung ekspansi layanan, dan mengurangi ketergantungan pada jalur yang mengalami kepadatan.
Meski demikian, peningkatan kapasitas kabel tidak otomatis menjamin koneksi internet yang lebih cepat bagi setiap pengguna. Kecepatan yang dirasakan pengguna tetap dipengaruhi jaringan lokal, kualitas akses internet, kapasitas pusat data, dan jalur yang dilalui data sebelum mencapai tujuan.
Analogi Streaming Musik untuk Menggambarkan Kapasitas
Meta menyatakan kapasitas 1 Pbps kira-kira setara dengan bandwidth yang dibutuhkan agar 75 persen populasi dunia dapat melakukan streaming musik secara bersamaan. Analogi ini digunakan untuk menggambarkan besarnya kemampuan transmisi yang ditargetkan.
Namun, angka tersebut merupakan ilustrasi kapasitas jaringan, bukan jaminan bahwa layanan streaming dapat berjalan tanpa hambatan bagi seluruh pengguna. Kebutuhan bandwidth setiap layanan bergantung pada kualitas audio, metode kompresi, protokol jaringan, dan kondisi koneksi.
Dalam praktiknya, kapasitas kabel digunakan bersama oleh berbagai layanan dan aliran data. Infrastruktur tersebut dapat membawa lalu lintas dari aplikasi komunikasi, transaksi digital, video, layanan cloud, serta sistem perusahaan secara bersamaan.
Karena itu, nilai strategis Petal terletak pada kemampuannya menyediakan kapasitas transmisi antarbenua dalam skala besar. Kapasitas tersebut dapat membantu memenuhi permintaan jaringan yang terus berkembang jika didukung oleh infrastruktur lain yang memadai.
Kolaborasi Industri untuk Mewujudkan Petal
Meta mengembangkan proyek ini bersama NEC, Sumitomo Electric Industries, dan Orange. Kolaborasi lintas perusahaan dibutuhkan karena pembangunan kabel bawah laut memerlukan keahlian yang mencakup teknologi optik, rekayasa sistem, telekomunikasi, serta implementasi jaringan internasional.
NEC dikenal sebagai perusahaan teknologi dan penyedia sistem jaringan, sementara Sumitomo Electric Industries memiliki pengalaman dalam teknologi kabel dan serat optik. Orange merupakan perusahaan telekomunikasi yang beroperasi di sejumlah pasar internasional.
Keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut mencerminkan kompleksitas proyek kabel bawah laut berkapasitas tinggi. Pengembangan sistem tidak hanya membutuhkan serat optik berperforma tinggi, tetapi juga perangkat pendukung dan integrasi dengan jaringan yang sudah ada.
Jika target 2029 tercapai, Petal berpotensi menjadi salah satu bagian penting dari pengembangan infrastruktur internet global. Namun, kapasitas akhir, efisiensi energi, dan manfaat operasionalnya perlu dinilai berdasarkan spesifikasi serta hasil implementasi ketika sistem mulai beroperasi.
Infrastruktur Internet Memasuki Era Kapasitas Lebih Besar
Pengembangan Petal mencerminkan upaya industri teknologi untuk meningkatkan kapasitas jaringan di tengah pertumbuhan layanan digital dan kebutuhan komputasi AI. Dengan target transmisi hingga 1 Pbps, proyek ini menempatkan teknologi serat optik multi-inti sebagai salah satu pendekatan untuk mengembangkan jaringan lintas samudra.
Meski begitu, keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh angka kapasitas yang diumumkan. Keandalan sistem, efisiensi operasional, jadwal pembangunan, dan integrasinya dengan jaringan darat akan menentukan manfaat nyata bagi layanan digital.
Apabila terealisasi sesuai rencana, Petal dapat memperkuat hubungan data antara Amerika Serikat dan Prancis sekaligus menambah kapasitas infrastruktur internet internasional. Proyek ini juga menunjukkan bahwa pengembangan internet masa depan tidak hanya bergantung pada perangkat pengguna dan pusat data, tetapi turut ditentukan oleh jaringan kabel yang membentang di dasar laut.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi