\n
peneliti sukses ciptakan kode qr terkecil di dunia ukurannya lebih kecil dari bakteri index
peneliti sukses ciptakan kode qr terkecil di dunia ukurannya lebih kecil dari bakteri index

Peneliti Sukses Ciptakan Kode QR Terkecil di Dunia, Ukurannya Lebih Kecil dari Bakteri

Di tengah ledakan data global, kebutuhan akan media penyimpanan yang tidak hanya besar kapasitasnya, tetapi juga tahan lama dan hemat energi, semakin mendesak. Gagasan tentang penyimpanan data yang mampu bertahan ribuan tahun tanpa listrik kini tidak lagi sekadar konsep futuristik. Sebuah tim dari TU Wien bekerja sama dengan perusahaan rintisan Cerabyte berhasil menciptakan kode QR berukuran paling kecil yang pernah dibuat—dan pencapaian ini telah diakui oleh Guinness World Records.

Rekor di Skala Mikrometer

Kode QR tersebut memiliki luas hanya sekitar 1,98 mikrometer persegi—lebih kecil dari sebagian besar bakteri. Untuk gambaran, satu mikrometer adalah seperseribu milimeter, sementara ketebalan rambut manusia berkisar 50–100 mikrometer. Artinya, kode ini sama sekali tak terlihat oleh mata telanjang dan bahkan tak bisa diamati dengan mikroskop optik biasa.

Untuk membaca dan memverifikasinya, para peneliti menggunakan mikroskop elektron. Struktur kodenya terdiri dari 29 × 29 modul, dengan setiap elemen berukuran sekitar 49 nanometer—mendekati skala panjang gelombang cahaya tampak. Presisi ini menunjukkan kemampuan manipulasi material pada tingkat nano yang sangat tinggi.

Teknologi di Baliknya

Pembuatan kode supermini ini memanfaatkan teknik Focused Ion Beam (FIB), metode yang memungkinkan pemahatan material dengan presisi nanometer menggunakan berkas ion terarah. Teknik tersebut digunakan untuk mengukir pola QR pada lapisan tipis keramik.

Pemilihan keramik bukan tanpa alasan. Material ini dikenal stabil, tahan suhu ekstrem, serta resisten terhadap radiasi dan degradasi kimia. Berbeda dengan media penyimpanan konvensional yang dapat rusak seiring waktu, keramik menawarkan stabilitas jangka panjang sehingga informasi yang tersimpan berpotensi bertahan ratusan hingga ribuan tahun.

Menuju Penyimpanan Data Jangka Panjang

Proyek ini bukan sekadar pencapaian ukuran terkecil, melainkan demonstrasi konsep penyimpanan data ultra-tahan lama. Dalam skenario ideal, data yang ditulis pada media keramik nano ini tidak memerlukan suplai listrik untuk mempertahankan informasinya—berbeda dengan pusat data modern yang membutuhkan pendinginan dan daya konstan.

Potensi penerapannya sangat luas, mulai dari arsip ilmiah, dokumen pemerintahan, hingga pelestarian warisan budaya digital. Dengan konsumsi energi yang nyaris nol setelah proses penulisan, pendekatan ini juga menawarkan keuntungan lingkungan yang signifikan dibanding infrastruktur data konvensional.

Tantangan yang Masih Ada

Meski menjanjikan, teknologi ini masih berada pada tahap awal. Tantangan seperti efisiensi produksi massal, kecepatan baca-tulis, dan biaya implementasi perlu diatasi sebelum dapat digunakan secara luas. Namun, sebagai bukti konsep, pencapaian ini menunjukkan arah baru dalam dunia penyimpanan data: miniaturisasi ekstrem dengan daya tahan luar biasa.

Kesimpulan

Keberhasilan tim TU Wien dan Cerabyte menciptakan kode QR terkecil di dunia menandai langkah penting dalam evolusi teknologi penyimpanan. Dengan kombinasi teknik nano-presisi dan material keramik yang stabil, mereka membuka kemungkinan baru untuk arsip data jangka sangat panjang. Jika dikembangkan lebih lanjut, pendekatan ini berpotensi mengubah cara manusia menjaga dan mewariskan informasi digital ke generasi mendatang.

About applegeekz

Check Also

thought the user wants a natural and concise indonesian translation of the given english title i need to capture the meaning of android to iphone airdrop transfers now supported on pixel 9 let

Google Perluas Quick Share: Kini Bisa Kirim File dari Pixel ke iPhone dan Mac

Pertukaran file antar platform, khususnya antara Android dan iOS, seringkali menjadi momok bagi banyak pengguna. …