\n
meta menanggapi tuduhan pelanggaran privasi whatsapp dari pendiri telegram dan elon musk index
meta menanggapi tuduhan pelanggaran privasi whatsapp dari pendiri telegram dan elon musk index

Meta Menanggapi Tuduhan Pelanggaran Privasi WhatsApp dari Pendiri Telegram dan Elon Musk

JAKARTA – Di tengah kontroversi yang melanda, Pavel Durov, pendiri Telegram, bersama dengan Elon Musk, pemilik platform X, melontarkan kritik tajam terhadap WhatsApp. Mereka menilai bahwa aplikasi pesan instan yang dimiliki oleh Meta ini tidak menawarkan tingkat keamanan yang memadai. Pernyataan ini muncul bersamaan dengan gugatan hukum yang diajukan oleh beberapa pihak terhadap Meta, perusahaan induk WhatsApp.

Dalam sebuah unggahan di platform X pada awal pekan lalu, Durov menyoroti isu yang berkaitan dengan gugatan tersebut. Ia dengan tegas menyatakan bahwa WhatsApp tidak memberikan jaminan komunikasi yang aman kepada penggunanya. “Anda harus benar-benar bodoh untuk percaya bahwa WhatsApp aman pada tahun 2026. Analisis kami terhadap penerapan ‘enkripsi’ di WhatsApp mengungkapkan banyak celah yang rentan terhadap serangan,” ujarnya.

Tanggapan Elon Musk

Elon Musk memberikan dukungan terhadap pernyataan Durov dengan menulis kata singkat, “benar,” tanpa elaborasi lebih lanjut. Sementara itu, gugatan hukum tersebut diajukan pada hari Jumat lalu di Pengadilan Distrik Amerika Serikat yang berlokasi di San Francisco.

Isi Gugatan dan Tuduhan

Dalam gugatan tersebut, para penggugat menuduh bahwa Meta telah memberikan klaim yang menyesatkan terkait privasi pesan yang ada di WhatsApp. Mereka menganggap Meta secara diam-diam mengakses, menyimpan, serta menganalisis sebagian isi percakapan pengguna, meskipun Meta secara resmi mengklaim bahwa pesan yang dikirim melalui WhatsApp dilindungi dengan enkripsi end-to-end.

Pernyataan privasi WhatsApp yang menyatakan bahwa “hanya orang-orang dalam obrolan ini yang dapat membaca, mendengarkan, atau membagikan pesan” menjadi salah satu titik yang dipertanyakan dalam gugatan yang diajukan.

Bantahan Meta Terhadap Tuduhan

Meta secara tegas membantah seluruh tuduhan mengenai pelanggaran privasi tersebut. Juru bicara Meta menyebut gugatan itu sebagai “karya fiksi yang tidak berdasar.” Perwakilan Meta, Andy Stone, mengonfirmasi bahwa semua klaim yang menyatakan bahwa pesan WhatsApp tidak terenkripsi adalah salah. “Setiap tuduhan bahwa pesan WhatsApp bisa diakses tanpa enkripsi adalah keliru dan tidak beralasan,” papar Stone, seperti dilansir dari Cryptopolitan pada Jumat (30/1/2026).

Ia juga menegaskan bahwa WhatsApp telah menggunakan protokol Signal untuk enkripsi end-to-end selama lebih dari sepuluh tahun, jauh sebelum akuisisi Meta terhadap WhatsApp pada tahun 2014.

Aspek Hukum dan Penggugat

Gugatan hukum ini diajukan oleh sekelompok pengguna WhatsApp yang berasal dari berbagai negara, termasuk Australia, Meksiko, dan Afrika Selatan. Isu yang diangkat merujuk pada kesaksian beberapa pelapor internal anonim yang dikenal sebagai “whistleblower.” Mereka mengklaim bahwa ada mekanisme di dalam Meta yang memungkinkan karyawan WhatsApp untuk meminta akses ke pesan pengguna melalui proses internal yang relatif sederhana.

Menurut laporan gugatan, seorang karyawan hanya perlu mengajukan “permintaan” kepada seorang insinyur di Meta, lengkap dengan alasan yang mendukung bahwa akses tersebut diperlukan untuk pekerjaan mereka. Setelah itu, tim teknis Meta akan memberikan akses tersebut tanpa pemeriksaan yang ketat.

Implikasi Enkripsi dan Akses Karyawan

Setelah akses diberikan, karyawan Meta diklaim dapat melihat dan membaca pesan WhatsApp pengguna dengan menggunakan widget khusus tanpa memerlukan proses dekripsi terpisah. Gugatan tersebut menyatakan bahwa pesan-pesan tersebut akan muncul secara bersamaan dengan pesan dari sumber lain yang tidak terenkripsi, dapat diakses hampir dalam waktu nyata seketika setelah pesan dikirim.

Lebih jauh lagi, akses tersebut tidak dibatasi oleh waktu, membuat karyawan Meta mampu melihat seluruh riwayat pesan pengguna sejak akun dibuat, termasuk pesan yang mungkin telah dihapus oleh pengguna.

Kehadiran sistem enkripsi end-to-end menjadi salah satu fitur utama yang diandalkan WhatsApp. Sistem ini dirancang sedemikian rupa agar hanya pengirim dan penerima pesan yang memiliki kunci enkripsi, sehingga Meta tidak dapat membaca isi pesan yang dikirim oleh penggunanya. Di tengah kontroversi ini, tantangan bagi Meta untuk membuktikan komitmennya terhadap privasi pengguna semakin besar.

About applegeekz

Check Also

kamera instax mini evo cinema dan mini link inovasi terbaru dari fujifilm di indonesia index

Kamera Instax Mini Evo Cinema dan Mini Link+: Inovasi Terbaru dari Fujifilm di Indonesia

JAKARTA – Berita menggembirakan datang untuk para penggemar dunia fotografi di Indonesia! Fujifilm meresmikan peluncuran …