\n
berita utama sorotan ces 2026 apple card pindah ke chase dan lainnya index
berita utama sorotan ces 2026 apple card pindah ke chase dan lainnya index

Berita Utama: Sorotan CES 2026, Apple Card Pindah ke Chase, dan Lainnya

Minggu ini industri teknologi diselimuti berbagai kabar menarik, mulai dari pameran inovasi Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang mendominasi pemberitaan, hingga serangkaian perkembangan signifikan dari ekosistem Apple. Meskipun raksasa Cupertino tersebut tidak secara resmi hadir di Las Vegas, jejak inovasinya tetap terasa melalui berbagai produk dan teknologi yang diperkenalkan oleh perusahaan lain. Selain itu, dunia Apple juga dikejutkan dengan pengumuman resmi terkait perubahan mitra Apple Card dari Goldman Sachs ke JPMorgan Chase, serta tingkat adopsi iOS 26 yang menunjukkan angka mengejutkan rendahnya, diduga akibat desain “Liquid Glass” yang kontroversial. Kejadian unik seperti sertifikat kedaluwarsa Logitech yang melumpuhkan aplikasi macOS, peluncuran ChatGPT Health oleh OpenAI, hingga rumor MacBook 12.9 inci berharga terjangkau juga turut mewarnai pemberitaan. Mari kita selami lebih dalam setiap berita penting yang meramaikan jagat teknologi selama sepekan terakhir.

CES 2026: Inovasi Masa Depan dan Kejutan untuk Penggemar Apple
Ajang CES 2026 di Las Vegas kembali menjadi panggung global untuk memperkenalkan teknologi-teknologi mutakhir. Seperti yang diperkirakan, kecerdasan buatan (AI) dan robotika menjadi sorotan utama, menunjukkan arah masa depan teknologi yang semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai prototipe robot yang lebih canggih dan aplikasi AI generatif yang semakin cerdas dipamerkan, membuka wawasan baru tentang potensi transformatif di berbagai sektor, dari otomasi rumah hingga solusi industri.

Meskipun Apple tidak memiliki *booth* resmi di CES, penggemar Apple tetap menemukan banyak hal menarik. Salah satu inovasi yang paling banyak dibicarakan datang dari Samsung, yang secara singkat memamerkan panel layar OLED lipat tanpa lipatan (crease-less foldable). Panel canggih ini dirumorkan akan menjadi komponen kunci untuk iPhone lipat pertama Apple yang sangat dinantikan, yang diperkirakan akan meluncur akhir tahun ini. Jika rumor ini benar, teknologi layar Samsung bisa menjadi fondasi bagi perangkat revolusioner Apple, menggabungkan desain inovatif dengan fungsionalitas khas Apple, memperkuat posisi perusahaan dalam pasar *smartphone* premium.

Selain itu, perangkat bernama Clicks Communicator juga menarik perhatian. Ini adalah *smartphone* Android baru yang dirancang sebagai ponsel kedua, dengan fokus utama pada komunikasi murni, bukan konsumsi konten. Clicks menggambarkan perangkat ini sebagai “Kindle”-nya iPad, menekankan fungsi esensial tanpa gangguan notifikasi atau aplikasi berat. Konsep ini menawarkan alternatif menarik bagi mereka yang ingin membatasi waktu layar dan kembali ke interaksi yang lebih personal, sebuah filosofi yang mungkin juga menarik bagi sebagian pengguna Apple yang mencari keseimbangan digital di tengah derasnya informasi.

Revolusi Keuangan Digital: Apple Card Beralih ke Chase
Setelah lebih dari dua tahun menjadi spekulasi, kini secara resmi diumumkan bahwa Apple Card akan berpindah tangan dari Goldman Sachs ke JPMorgan Chase. Pergeseran ini menandai babak baru dalam layanan keuangan Apple, yang meliputi kartu kredit dan rekening tabungan. Kemitraan dengan Chase, salah satu institusi keuangan terbesar di dunia, diharapkan akan membawa stabilitas dan jangkauan yang lebih luas bagi program keuangan Apple, yang terus berupaya memperluas ekosistem layanannya.

Proses transisi ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua tahun, yang berarti pelanggan Apple Card dapat terus menggunakan kartu dan layanan mereka seperti biasa selama periode tersebut. Perubahan ini muncul setelah berbagai laporan mengenai tantangan yang dihadapi Goldman Sachs dalam mengelola portofolio Apple Card, termasuk biaya operasional yang tinggi dan kendala profitabilitas. Dengan Chase sebagai mitra baru, Apple kemungkinan besar berupaya mengoptimalkan pengalaman pengguna dan memperkuat posisinya di sektor layanan keuangan digital yang terus berkembang pesat. Ini juga bisa menjadi indikator ambisi Apple untuk memperluas jangkauan layanan finansialnya di masa mendatang, berpotensi menawarkan lebih banyak produk keuangan inovatif.

Misteri Adopsi Lambat iOS 26: Desain Kontroversial ‘Liquid Glass’
Salah satu berita paling mengejutkan minggu ini adalah tingkat adopsi iOS 26 yang menunjukkan kelambatan luar biasa, beberapa bulan setelah perilisannya. Data penggunaan yang dirilis oleh StatCounter untuk Januari 2026 mengungkapkan bahwa hanya sekitar 15 hingga 16% dari iPhone aktif di seluruh dunia yang menjalankan versi iOS 26. Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan versi iOS sebelumnya.

Sebagai perbandingan, data StatCounter dari Januari 2025 menunjukkan bahwa sekitar 63% iPhone telah menggunakan iOS 18 hanya dalam waktu sekitar empat bulan setelah rilisnya. Demikian pula, pada Januari 2024, iOS 17 mencapai sekitar 54% adopsi dalam periode serupa, dan iOS 16 melampaui 60% adopsi pada Januari 2023. Perbedaan mencolok ini memunculkan pertanyaan besar mengenai faktor-faktor yang menghambat adopsi iOS 26.

Spekulasi utama mengarah pada desain ulang “Liquid Glass” yang kontroversial. Meskipun detail spesifik tentang desain ini tidak diuraikan secara luas, istilah “Liquid Glass” kemungkinan merujuk pada perubahan antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) yang sangat radikal, mungkin melibatkan elemen visual yang sangat fluid, efek transparan yang intens, atau navigasi yang sangat berbeda dari tradisi iOS. Desain semacam ini, meskipun inovatif, bisa jadi tidak diterima dengan baik oleh basis pengguna yang telah terbiasa dengan konsistensi dan kemudahan penggunaan iOS sebelumnya, menyebabkan mereka enggan memperbarui perangkat mereka dan memilih bertahan pada versi yang lebih lama.

Insiden Sertifikat Logitech: Pelajaran Penting untuk Pengembang Aplikasi
Minggu ini, pengguna Logitech di perangkat macOS menghadapi masalah frustrasi ketika sertifikat keamanan perusahaan kedaluwarsa. Kejadian ini mengakibatkan kedua aplikasi konfigurasi penting, Logi Options+ dan G HUB, tidak dapat berfungsi. Akibatnya, perangkat Logitech populer seperti *mouse* seri MX Master dan *keyboard* MX Keys tidak dapat dikustomisasi, mengembalikan pengaturan mereka ke *default* pabrik. Pengguna tidak bisa lagi mengakses pengaturan *scrolling* kustom, pemetaan tombol, atau gerakan yang telah mereka atur, memicu gelombang keluhan di berbagai forum daring, terutama subreddit Logitech.

Logitech dengan cepat merespons dengan merilis pembaruan untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, ironisnya, pembaruan ini memerlukan instalasi manual karena masalah sertifikat tersebut juga melumpuhkan fitur pembaruan otomatis aplikasi. Insiden ini menyoroti pentingnya manajemen sertifikat yang cermat dan berkesinambungan bagi pengembang perangkat lunak, terutama yang menyediakan aplikasi kritis untuk fungsi perangkat keras. Kegagalan sekecil apa pun dalam aspek ini dapat berdampak luas pada pengalaman pengguna dan reputasi merek, menekankan perlunya sistem pemantauan dan pembaruan sertifikat yang robusta.

OpenAI Hadirkan ChatGPT Health dengan Integrasi Apple Health: Masa Depan Konsultasi Kesehatan Digital
OpenAI membuat langkah signifikan di sektor kesehatan dengan meluncurkan ChatGPT Health. Ini adalah bagian khusus dari ChatGPT yang dirancang untuk menjawab pertanyaan terkait kesehatan, sepenuhnya terpisah dari pengalaman ChatGPT utama pengguna. Tujuannya adalah menyediakan lingkungan yang lebih aman dan fokus untuk informasi kesehatan, dengan potensi mengurangi risiko misinformasi yang sering ditemukan pada pencarian umum.

Untuk memberikan respons yang lebih personal dan relevan, ChatGPT Health dapat dihubungkan dengan berbagai layanan data kesehatan, termasuk Apple Health, Function, MyFitnessPal, Weight Watchers, AllTrails, Instacart, dan Peloton. Integrasi dengan Apple Health, misalnya, memungkinkan ChatGPT untuk mengakses data kesehatan dan kebugaran pengguna, seperti pola gerakan, tidur, dan aktivitas. Langkah ini menunjukkan potensi besar AI dalam mendukung kesehatan pribadi, membantu pengguna memahami pola kesehatan mereka dan mendapatkan saran yang disesuaikan. Namun, hal ini juga memunculkan pertanyaan penting mengenai privasi data dan akurasi informasi medis yang dihasilkan AI. OpenAI tampaknya berhati-hati dengan memisahkan pengalaman ini, mungkin untuk mematuhi regulasi kesehatan dan membangun kepercayaan pengguna terhadap layanan berbasis AI di sektor yang sensitif ini.

MacBook 12.9 Inci Murah dengan Chip A18 Pro Siap Meluncur
Kabar menarik lainnya datang dari TrendForce, sebuah firma riset Taiwan, yang melaporkan bahwa Apple berencana memperkenalkan MacBook 12.9 inci pada musim semi 2026. MacBook ini ditargetkan untuk pasar *entry-level* hingga *mid-range* dengan “harga yang kompetitif”. Meskipun TrendForce tidak membagikan detail lebih lanjut, informasi ini sejalan dengan beberapa rumor sebelumnya tentang MacBook yang lebih terjangkau, menunjukkan strategi Apple untuk memperluas pangsa pasar laptopnya.

MacBook ini diperkirakan akan ditenagai oleh versi chip A18 Pro, yang juga digunakan pada iPhone 16 Pro. Jika ini benar, Apple berpotensi membawa kinerja tinggi khas chip seri-A ke lini MacBook dengan harga yang lebih mudah dijangkau. Peluncuran laptop ini diperkirakan terjadi pada Maret atau April tahun ini. Langkah ini dapat menjadi strategi Apple untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas, menawarkan performa solid dengan harga yang menarik, tanpa harus bersaing langsung dengan lini MacBook Pro kelas atas yang lebih mahal. Ini bisa menjadi *game-changer* bagi pelajar atau profesional yang mencari perangkat Apple yang andal namun dengan anggaran terbatas, membuka pintu bagi lebih banyak pengguna untuk masuk ke ekosistem Mac.

Pekan ini membuktikan bahwa dunia teknologi tidak pernah berhenti berinovasi dan menghadirkan kejutan. Dari visi masa depan yang disajikan di CES 2026, perubahan strategis dalam layanan keuangan Apple, tantangan dalam adopsi sistem operasi baru, hingga solusi AI inovatif untuk kesehatan pribadi, dan potensi MacBook yang lebih terjangkau, setiap berita mencerminkan dinamika industri yang cepat. Perkembangan ini tidak hanya membentuk lanskap teknologi saat ini, tetapi juga memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana kita akan berinteraksi dengan teknologi di tahun-tahun mendatang, dengan AI dan integrasi ekosistem menjadi pilar utama inovasi.

About applegeekz

Check Also

komdigi putus akses sementara grok lindungi warga dari pornografi ai index

Komdigi Putus Akses Sementara Grok, Lindungi Warga dari Pornografi AI

Langkah Tegas Pemerintah Melawan Ancaman Deepfake AI Pornografi JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) …