\n
apple asks judge to toss fraud claims over siri ai epic compliance index
apple asks judge to toss fraud claims over siri ai epic compliance index

Apple Minta Hakim Tolak Gugatan Penipuan Terkait Siri AI dan Kepatuhan Epic

Raksasa teknologi Apple baru-baru ini mengambil langkah tegas di pengadilan federal, mengajukan mosi untuk menolak gugatan class action yang menuduh perusahaan tersebut melakukan penipuan terhadap para pemegang saham. Gugatan ini berpusat pada dua klaim utama: dugaan melebih-lebihkan kemampuan kecerdasan buatan (AI) asisten virtual Siri yang dikenal sebagai Apple Intelligence, serta penyalahpresentasian kepatuhan Apple terhadap perintah pengadilan terkait App Store dalam sengketa dengan Epic Games. Langkah hukum ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi Apple dalam memenuhi ekspektasi publik dan pasar, terutama di era di mana transparansi dan janji teknologi menjadi sorotan tajam.

Kontroversi Kecerdasan Buatan Siri: Janji yang Tertunda?

Gugatan penipuan ini sebagian besar berakar pada janji-janji Apple terkait peningkatan signifikan pada Siri. Pada Konferensi Pengembang Sedunia (WWDC) bulan Juni 2024, Apple memamerkan dua peningkatan Apple Intelligence yang paling dinanti untuk Siri: fitur “personal context” (konteks personal) dan “onscreen awareness” (kesadaran layar). Fitur-fitur ini dijadwalkan menjadi bagian dari iOS 18 dan dipromosikan secara luas pada tahun yang sama saat peluncuran model iPhone 16. Namun, hingga saat ini, Apple masih dalam proses pengembangan fitur-fitur tersebut, memicu kekecewaan di kalangan pengguna dan investor.

Pada tahun 2025, CEO Apple, Tim Cook, bahkan mengakui secara terbuka bahwa pengembangan Siri yang “lebih personal” memang “memakan waktu sedikit lebih lama dari yang kami perkirakan.” Keterlambatan ini kemudian memicu gugatan pada Maret 2025 yang menuduh Apple melakukan iklan palsu dan persaingan tidak sehat. Dalam pembelaannya di pengadilan federal San Jose, seperti yang dilaporkan oleh Reuters, Apple berargumen bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan eksekutif perusahaan mengetahui pada saat itu bahwa fitur-fitur tersebut akan mengalami penundaan yang signifikan. Pembelaan ini mencoba menyangkal niat menipu, menggeser narasi dari penipuan menjadi tantangan pengembangan teknologi yang kompleks dan tak terduga.

Kepatuhan App Store dan Saga Epic Games: Persentase Komisi yang Berlanjut

Selain isu Siri, mosi penolakan Apple juga menargetkan klaim terpisah yang berkaitan dengan perintah pengadilan dalam kasus Epic Games. Perintah tersebut mengharuskan Apple untuk mengizinkan pengembang menghubungkan pengguna ke opsi pembelian eksternal di luar struktur komisi 30 persen App Store. Namun, Apple memperkenalkan sistem baru yang masih membebankan biaya 27 persen kepada pengembang untuk beberapa penjualan eksternal, yang kemudian membuat Hakim Yvonne Gonzalez Rogers menemukan Apple “secara sengaja melanggar” perintah tersebut tahun lalu. Keputusan ini sempat memicu kegemparan di komunitas pengembang dan menjadi sorotan atas dominasi Apple dalam ekosistem aplikasinya.

Meski demikian, pengadilan banding federal pada bulan Desember sebagian membatalkan sanksi yang dijatuhkan. Apple dalam pembelaannya menyatakan bahwa mereka tidak pernah menjamin prosedur kepatuhannya akan sempurna dan mengklaim bahwa tuduhan penipuan tersebut tidak berdasar. Argumentasi ini menyoroti kompleksitas dalam menafsirkan dan menerapkan perintah pengadilan di dunia teknologi yang bergerak cepat, di mana setiap perubahan kecil dapat memiliki implikasi finansial yang masif.

Kerugian Pemegang Saham dan Pembelaan Apple

Gugatan class action ini mencakup pemegang saham yang mengalami kerugian antara Mei 2024 dan Mei 2025. Pimpinan gugatan ini adalah National Pension Service dari Korea Selatan, dana pensiun terbesar ketiga di dunia, menunjukkan bobot dan seriusnya permasalahan ini di mata investor institusional global. Apple berpendapat bahwa fluktuasi harga saham adalah hal yang wajar bagi perusahaan besar dan tidak secara langsung menunjukkan adanya penipuan sekuritas.

“Bukan rahasia lagi bahwa Apple menghadapi tantangan dan mengalami pasang surut harga saham pada tahun 2025, seperti banyak perusahaan besar lainnya,” kata Apple. “Tetapi penggugat membuat lompatan besar dan tidak berdasar dengan mengklaim bahwa penipuan sekuritas menyebabkan penurunan harga sementara.” Pernyataan ini menegaskan posisi Apple bahwa penurunan harga saham adalah bagian normal dari dinamika pasar dan bukan hasil dari tindakan penipuan yang disengaja. Pengacara para pemegang saham belum memberikan tanggapan publik terhadap pengajuan Apple ini, mengindikasikan bahwa pertempuran hukum ini masih jauh dari kata usai.

Masa Depan Siri: Harapan Baru dan Tantangan Rilis

Terlepas dari perseteruan hukum, Apple tetap berupaya meningkatkan Siri. Perusahaan berencana merilis versi Siri yang lebih personal yang ditenagai oleh Google Gemini tahun ini. Awalnya, integrasi ini diharapkan menjadi bagian dari iOS 26.4. Namun, laporan terbaru dari Bloomberg mengindikasikan bahwa fungsionalitas Siri mungkin tidak akan siap tepat waktu untuk disertakan dalam pembaruan tersebut, sehingga fitur-fitur baru dapat ditunda hingga iOS 26.5 atau bahkan iOS 27. Penundaan yang terus-menerus ini, meskipun tidak secara langsung terkait dengan gugatan yang ada, menambah tekanan pada Apple untuk memenuhi ekspektasi pengguna dan investor terkait kemampuan AI-nya. Kejadian ini juga berpotensi memperpanjang periode keraguan bagi pemegang saham mengenai janji-janji Apple di masa depan.

Dengan mosi penolakan gugatan ini, Apple berharap dapat mengakhiri babak litigasi yang membebani ini. Namun, kompleksitas tuduhan, dari janji teknologi yang belum terpenuhi hingga kepatuhan regulasi, menunjukkan bahwa Apple akan terus berada di bawah pengawasan ketat, baik di ruang sidang maupun di mata publik dan pasar global.

About applegeekz

Check Also

rayakan dua dekade asus rog perkenalkan inovasi dual screen dan kolaborasi dengan kojima productions index

Rayakan Dua Dekade, ASUS ROG Perkenalkan Inovasi Dual Screen dan Kolaborasi dengan Kojima Productions

ASUS Republic of Gamers (ROG) kembali menegaskan posisinya sebagai pionir di industri gaming dengan perayaan …