\n
pebble round 2 brings back classic smartwatch pre orders now open index
pebble round 2 brings back classic smartwatch pre orders now open index

Pebble Round 2 Hadirkan Kembali Smartwatch Klasik, Pre-Order Resmi Dibuka

Pada Jumat, 2 Januari 2026, dunia teknologi digegerkan dengan pengumuman yang membangkitkan nostalgia sekaligus menjanjikan inovasi: kembalinya Pebble, pelopor smartwatch yang pernah mendominasi pasar. Pebble secara resmi memperkenalkan Pebble Round 2, sebuah reinkarnasi dari Pebble Time Round, salah satu jam tangan pintar ikonik mereka dari satu dekade lalu. Dengan fitur yang diperbarui dan semangat yang sama, Pebble Round 2 siap untuk merebut kembali hati para penggemar setia dan menarik perhatian generasi baru.

Desain Ikonik dengan Peningkatan Modern
Pebble Time Round dikenal dengan desainnya yang ramping dan elegan, sebuah karakteristik yang dipertahankan dan bahkan ditingkatkan pada Pebble Round 2. Model terbaru ini hadir dengan layar e-paper berwarna 1,3 inci tanpa bezel, memberikan tampilan yang lebih luas dan imersif. Penghapusan bezel bukan hanya sekadar estetika, melainkan juga menunjukkan kemajuan dalam teknologi manufaktur yang memungkinkan Pebble untuk mengatasi beberapa kompromi desain yang harus dilakukan pada model aslinya. Tersedia dalam pilihan warna matte black, brushed silver, dan rose gold, Pebble Round 2 menawarkan sentuhan gaya yang personal dan modern, tetap mempertahankan ketipisan yang sama dengan pendahulunya yang sangat dihargai.

Performa dan Fungsionalitas: Kesederhanaan yang Efisien
Salah satu terobosan paling signifikan pada Pebble Round 2 adalah peningkatan daya tahan baterainya. Berkat kemajuan teknologi Bluetooth, perangkat ini kini mampu bertahan hingga dua minggu dengan sekali pengisian daya. Angka ini merupakan lompatan besar dibandingkan rata-rata smartwatch di pasaran saat ini, yang seringkali hanya bertahan satu atau dua hari. Daya tahan baterai yang superior ini secara signifikan meningkatkan kenyamanan penggunaan sehari-hari, menghilangkan kekhawatiran akan seringnya pengisian daya.

Pebble Round 2 menjalankan sistem operasi PebbleOS sumber terbuka, yang dikenal dengan efisiensi dan kemampuannya untuk berintegrasi dengan mulus pada smartphone iOS dan Android. Meskipun mendukung pelacakan tidur dasar dan aktivitas, penting untuk dicatat bahwa Pebble Round 2 bukanlah jam tangan kebugaran khusus. Ini berarti tidak ada pelacakan detak jantung atau fitur kebugaran canggih lainnya, sebuah keputusan desain yang menekankan fokus Pebble pada fungsi inti smartwatch: notifikasi, tampilan waktu, dan pelacakan aktivitas dasar yang tidak menguras baterai. Pendekatan ini membedakannya dari pasar yang didominasi oleh perangkat multifungsi yang seringkali mengorbankan daya tahan baterai demi fitur yang mungkin tidak dibutuhkan semua pengguna.

Kebangkitan Sang Pionir: Kisah di Balik Pebble Round 2
Kisah kebangkitan Pebble adalah narasi inspiratif tentang ketekunan dan semangat komunitas. Setelah mengalami kebangkrutan pada tahun 2016 dan diakuisisi oleh Fitbit (yang kemudian dibeli oleh Google), merek Pebble seolah hilang ditelan masa. Namun, takdir berkata lain ketika Google merilis kode sumber untuk PebbleOS. Momen ini menjadi pemicu bagi Eric Migicovsky, kreator asli Pebble, untuk membawa kembali merek yang ia cintai. Migicovsky telah bekerja keras sepanjang tahun ini untuk menghidupkan kembali Pebble, membangun komunitas di sekitar PebbleOS sumber terbuka, dan akhirnya mewujudkan Pebble Round 2.

Keputusan Google untuk membuka kode sumber PebbleOS adalah angin segar bagi para pengembang dan penggemar yang merindukan filosofi desain dan fungsionalitas Pebble. Ini memungkinkan Migicovsky dan timnya untuk membangun platform yang fleksibel dan berorientasi pada pengguna, terbebas dari batasan korporat yang pernah membelenggu di masa lalu. Kebangkitan ini bukan hanya tentang produk, tetapi juga tentang visi untuk ekosistem perangkat wearable yang lebih terbuka dan dapat diakses.

Tantangan dan Visi ke Depan
Perjalanan Pebble tidaklah tanpa tantangan. Eric Migicovsky secara terang-terangan menyuarakan kekecewaannya terhadap pembatasan yang diberlakukan Apple untuk smartwatch pihak ketiga, yang menurutnya “hampir mustahil” bagi pengembang wearable pihak ketiga untuk menciptakan pengalaman yang setara dengan Apple Watch pada iPhone. Keluhan ini menyoroti hambatan yang dihadapi oleh inovator di pasar wearable yang didominasi oleh pemain besar, di mana interoperabilitas seringkali menjadi korban demi ekosistem tertutup.

Meski demikian, Migicovsky melihat ini sebagai peluang bagi Pebble untuk menawarkan alternatif yang unik. Dengan fokus pada kesederhanaan, daya tahan baterai, dan platform terbuka, Pebble Round 2 bertujuan untuk melayani segmen pengguna yang menghargai fungsionalitas inti dan kemandirian dari ekosistem tunggal. Ini adalah pernyataan bahwa ada ruang untuk perangkat wearable yang berbeda, yang tidak harus bersaing langsung dalam setiap fitur dengan raksasa teknologi, melainkan menawarkan nilai uniknya sendiri.

Harga dan Ketersediaan: Segera Miliki Pebble Anda
Bagi Anda yang sudah tidak sabar ingin merasakan kembali pengalaman Pebble, pre-order untuk Pebble Round 2 kini telah dibuka. Perangkat ini dibanderol dengan harga $199 dan dapat dipesan melalui situs web rePebble. Pengiriman kepada pelanggan dijadwalkan akan dimulai pada bulan Mei. Ini adalah kesempatan bagi para penggemar lama untuk kembali merasakan sentuhan klasik dengan peningkatan modern, serta bagi para pendatang baru untuk menjelajahi dunia smartwatch yang berbeda, yang memprioritaskan esensi dan efisiensi di atas segalanya.

Pebble Round 2 bukan hanya sekadar smartwatch baru; ia adalah simbol kebangkitan, bukti bahwa ide-ide hebat dapat hidup kembali dan beradaptasi. Dengan desain ikonik, daya tahan baterai yang mengesankan, dan filosofi open-source, Pebble siap untuk menulis babak baru dalam sejarah perangkat wearable, menawarkan pilihan yang menyegarkan di pasar yang semakin ramai.

About applegeekz