LONDON – Meskipun manusia telah mengirimkan banyak wahana antariksa hingga miliaran kilometer ke luar angkasa, penjelajahan kita di permukaan planet sendiri masih sangat terbatas. Kita bahkan belum berhasil menembus lapisan kerak Bumi yang tipis. Pengetahuan kita mengenai bagian dalam Bumi sebagian besar dihasilkan dari penelitian geofisika yang memiliki keterbatasan. Dari penelitian tersebut, kita mengetahui bahwa struktur inti Bumi terdiri dari kerak yang padat, mantel berbatu, serta dua inti, yaitu inti luar yang bersifat cair dan inti dalam yang padat. Namun, apa yang sebenarnya terjadi di setiap lapisan serta interaksi antara lapisan-lapisan tersebut masih merupakan teka-teki besar.
Daftar Isi
Meneliti Antarmuka Inti dan Mantel
Setelah melalui berbagai penelitian, kita mulai menggunakan kajian tentang magnetisme Bumi untuk mengungkapkan interaksi yang paling signifikan, yaitu batas antara inti dan mantel Bumi. Terletak sekitar 3.000 km di bawah permukaan kita, inti luar Bumi, yang merupakan lautan dari paduan besi cair, berputar terus menerus Generates magnetic fields yang melindungi Bumi dari radiasi berbahaya. Untuk menjaga agar geodinamo ini berfungsi secara efektif, energi yang sangat besar dibutuhkan, yang berasal dari panas yang disalurkan oleh inti Bumi. Meskipun demikian, proses ini hanya dapat terjadi bila ada pengaliran panas yang efisien dari inti menuju mantel dan akhirnya mencapai permukaan melalui kerak Bumi.
Peta Gelombang Seismik dan Struktur Blob
Salah satu aspek penting dalam pengetahuan kita mengenai bagian dalam Bumi adalah analisis gelombang seismik, yaitu getaran energi yang melalui mantel batuan Bumi. Peta yang menunjukkan variasi kecepatan gelombang seismik di bagian paling bawah mantel, tepat di atas inti, menunjukkan dua wilayah besar yang terletak di sekitar khatulistiwa, tepatnya di bawah Afrika dan Samudra Pasifik. Di kawasan ini, gelombang seismik bergerak lebih lambat dibandingkan dengan tempat lain, menjadikan fenomena ini menarik untuk diteliti.
Belum ada kesimpulan pasti tentang apa yang membuat struktur ini, yang sering disebut sebagai “Blob”, sangat istimewa. Blob tampaknya terbuat dari bahan padat yang mirip dengan mantel di sekitarnya, namun dengan suhu atau komposisi kimia yang mungkin berbeda. Perbedaan suhu yang tajam di dasar mantel ini diduga mempengaruhi inti cair di bawahnya serta medan magnet yang dihasilkan. Mengingat bahwa mantel padat dapat mengalami perubahan suhu meskipun sangat lambat, jejak magnetik yang dihasilkan bisa bertahan hingga jutaan tahun.
Penelitian Terbaru tentang Blob
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Blob ternyata lebih panas dibandingkan dengan mantel di sekitarnya. Hal ini dipercaya berpengaruh nyata terhadap medan magnet Bumi selama beberapa ratus juta tahun terakhir. Saat batuan beku yang baru terbentuk dari magma cair mendingin di permukaan Bumi, batuan tersebut mengakumulasi kemagnetan tetap sesuai dengan arah medan pada saat itu. Variasi arah magnetik ini tampaknya berkolerasi dengan garis bujur, terutama di kawasan garis lintang rendah, yang memicu pertanyaan apakah Blob memiliki pengaruh di sini.
Bukti lebih lanjut ditemukan melalui perbandingan antara pengamatan magnetik dengan simulasi geodinamo yang dijalankan di superkomputer. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ketika pola variabilitas panas dari Blob ditambahkan ke dalam simulasi, medan magnet yang dihasilkan menjadi lebih stabil dan kurang rentan terhadap keruntuhan. Blob ini diyakini mengisolasi logam cair di bawahnya, membantu menjaga kestabilan medan magnet Bumi.
Kesimpulan
Kendati masih banyak yang harus kita pelajari mengenai struktur Blob serta asal-usulnya, penting untuk diingat bahwa keberadaan struktur ini mungkin sangat berperan dalam menjaga kestabilan medan magnet Bumi. Hal ini tentunya memberikan dampak positif terhadap kehidupan di permukaan Bumi, sebagai perlindungan dari radiasi berbahaya sekaligus menjaga habitat kita tetap aman. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap misteri-misteri lain yang menyelimuti struktur dalam Bumi.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi