\n
suka edit video anak ngedance pakai al ini risiko yang perlu diketahui orang tua index
suka edit video anak ngedance pakai al ini risiko yang perlu diketahui orang tua index

Suka Edit Video Anak Ngedance Pakai AI? Ini Risiko yang Wajib Diketahui Orang Tua

JAKARTA — Tren mengedit wajah anak dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) untuk dijadikan konten dance di media sosial semakin ramai. Namun, fenomena ini dinilai perlu disikapi dengan hati-hati. Ketua Program Studi Kecerdasan Buatan IPB University, Prof. Yeni Herdiyani, mengingatkan adanya risiko serius di balik konten yang tampak menggemaskan tersebut, terutama terkait keamanan data dan privasi anak.

Menurut Prof. Yeni, teknologi yang banyak digunakan dalam tren ini termasuk dalam kategori generative AI (Gen-AI). Teknologi ini mampu menghasilkan gambar, video, teks, bahkan suara berdasarkan data dan model yang telah dipelajari sebelumnya.

“Algoritma saat ini sudah mampu membuat model bayi maupun gerakan dance. Ketika sistem diberikan foto asli, AI dapat memproses dan menghasilkan konten baru yang terlihat nyata secara otomatis. Itulah cara kerjanya,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).

Meski terlihat menghibur, penggunaan foto anak sebagai bahan pemrosesan AI menyimpan potensi risiko. Saat sebuah foto diunggah ke ruang publik, data tersebut pada dasarnya menjadi rentan untuk diakses atau bahkan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan dalam ekosistem digital saat ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa orang tua perlu memahami konsekuensi digital sebelum mengunggah atau memanipulasi foto anak menggunakan teknologi AI. Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain kebocoran data, pelanggaran privasi, hingga kemungkinan penyalahgunaan identitas digital.

Selain itu, data yang dimasukkan ke dalam sistem AI berpotensi digunakan sebagai bagian dari dataset pelatihan model. Artinya, konten tersebut bisa saja muncul kembali dalam bentuk lain tanpa sepengetahuan pemilik data.

Sebagai respons terhadap perkembangan ini, Prof. Yeni menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital di masyarakat. IPB University, menurutnya, secara konsisten menanamkan pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab penggunaan teknologi dalam mata kuliah berpikir komputasional bagi mahasiswa baru.

Langkah tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

About applegeekz

Check Also

jam kiamat makin dekat ke tengah malam ilmuwan peringatkan ancaman ai dan mirror life index

Jam Kiamat Makin Dekat ke Tengah Malam, Ilmuwan Peringatkan Ancaman AI dan Mirror Life

JAKARTA – Jam Kiamat, indikator penting yang menilai tingkat ancaman terhadap keberlangsungan bumi, kini telah …