Pada hari Rabu, 11 Februari 2026, Apple secara resmi merilis pembaruan perangkat lunak terbarunya, iOS 26.3 dan iPadOS 26.3. Pembaruan ini merupakan kelanjutan dari seri sistem operasi iOS 26 dan iPadOS 26 yang pertama kali diperkenalkan pada bulan September tahun sebelumnya, dan hadir hampir dua bulan setelah versi 26.2. Meskipun catatan rilis resmi Apple seringkali terkesan minimalis, menyebutkan “perbaikan bug dan pembaruan keamanan yang tidak spesifik,” nyatanya versi 26.3 membawa sejumlah fitur signifikan yang tidak diiklankan secara terang-terangan, terutama yang berkaitan dengan interoperabilitas dan privasi pengguna.
Daftar Isi
Pembaruan Rutin dan Pentingnya Mengunduh
Pembaruan iOS 26.3 dan iPadOS 26.3 tersedia untuk semua iPhone dan iPad yang memenuhi syarat melalui metode _over-the-air_ (OTA). Pengguna dapat mengunduhnya dengan mudah langsung dari perangkat mereka melalui **Pengaturan > Umum > Pembaruan Perangkat Lunak**. Menginstal pembaruan ini sangat dianjurkan, bukan hanya untuk mendapatkan fitur baru yang mungkin tersembunyi, tetapi juga untuk memastikan perangkat tetap aman dari ancaman siber yang terus berkembang. Perbaikan keamanan yang ‘tidak spesifik’ seringkali mencakup penutupan celah kerentanan penting yang dapat dieksploitasi oleh pihak tidak bertanggung jawab, sehingga menjaga data dan privasi pengguna. Selain itu, pembaruan rutin juga seringkali membawa peningkatan kinerja dan stabilitas sistem secara keseluruhan, membuat pengalaman penggunaan perangkat Apple menjadi lebih lancar dan responsif.
Revolusi Migrasi Data: Dari iPhone ke Android Kini Lebih Mudah
Salah satu fitur paling mengejutkan dan tidak dipublikasikan dalam pembaruan iOS 26.3 adalah alat baru yang dirancang untuk mempermudah transisi dari perangkat Apple ke perangkat Android. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memulai proses transfer data selama pengaturan awal perangkat baru mereka. Ini merupakan langkah maju yang signifikan, karena sebelumnya transfer data antar platform seringkali merepotkan, membutuhkan aplikasi pihak ketiga atau proses yang multi-langkah. Dengan fitur ini, pengguna dapat memindahkan berbagai jenis data vital seperti foto, pesan, catatan, aplikasi, kata sandi, dan nomor telepon tanpa perlu mengunduh aplikasi terpisah dari Apple atau Google.
Keputusan Apple untuk menyertakan fitur ini, namun tidak mengiklankannya, bukanlah hal yang mengejutkan. Sebagai perusahaan yang sangat menjaga ekosistemnya, Apple tentu tidak ingin secara aktif mendorong penggunanya untuk beralih ke platform pesaing. Namun, kemunculan fitur ini tak lepas dari tekanan regulasi, khususnya dari Uni Eropa. Pada bulan Desember, Uni Eropa mengklaim fitur transfer ini sebagai bukti keberhasilan Undang-Undang Pasar Digital (Digital Markets Act – DMA). DMA mengharuskan layanan besar untuk menawarkan interoperabilitas guna mencegah penguncian pengguna pada satu sistem operasi. Menariknya, Apple dan Google memilih untuk menerapkan fungsionalitas ini secara global, bukan hanya di wilayah Uni Eropa, menunjukkan dampak luas dari regulasi tersebut terhadap kebijakan perusahaan teknologi raksasa.
Peningkatan Privasi Pengguna: Kontrol Pelacakan Lokasi Operator
Aspek penting lain yang disematkan dalam iOS 26.3 adalah pengaturan baru untuk membatasi pelacakan lokasi oleh operator seluler. Di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang privasi data dan bagaimana informasi lokasi pribadi digunakan, fitur ini memberikan pengguna kendali lebih besar. Namun, fungsionalitas ini saat ini terbatas pada beberapa operator seluler tertentu di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, hanya Boost Mobile yang mendukung fitur ini. Sementara itu, di Inggris, EE dan BT menawarkannya, begitu pula Telekom di Jerman, serta AIS dan True di Thailand. Penting untuk dicatat bahwa fitur ini juga memerlukan perangkat dengan modem C1 atau C1X, menunjukkan bahwa ini adalah fitur yang terintegrasi secara mendalam dengan perangkat keras.
Era Baru Aksesori Pihak Ketiga: Fitur Spesifik Eropa (dan Potensi Global)
Selama masa pengujian beta iOS 26.3, Apple juga menambahkan beberapa perubahan khusus untuk wilayah Eropa yang berkaitan dengan perangkat wearable pihak ketiga. Inisiatif ini, yang dibagikan oleh Komisi Eropa, bertujuan untuk memberikan aksesori pihak ketiga seperti headphone dan jam tangan pintar kemampuan fungsionalitas yang serupa dengan AirPods dan Apple Watch. Ini adalah langkah besar menuju ekosistem yang lebih terbuka, memungkinkan pengguna memiliki lebih banyak pilihan tanpa mengorbankan integrasi. Fitur-fitur yang diuji meliputi:
- Penyandingan Proksimitas (Proximity Pairing): Perangkat pihak ketiga dapat dipasangkan dengan perangkat iOS secara “satu ketuk” seperti AirPods, cukup dengan mendekatkan aksesori ke iPhone atau iPad.
- Notifikasi Lebih Kaya: Aksesori pihak ketiga seperti jam tangan pintar dapat menerima notifikasi yang lebih kaya dari iPhone, memungkinkan pengguna untuk melihat dan berinteraksi dengan pemberitahuan tersebut secara langsung dari pergelangan tangan mereka.
Penting untuk dicatat bahwa Apple membatasi penerusan notifikasi ke satu perangkat terhubung. Artinya, jika notifikasi diaktifkan untuk jam tangan pihak ketiga, notifikasi pada Apple Watch akan dinonaktifkan. Meskipun fitur-fitur ini telah diuji dalam beta iOS 26.3, ada kemungkinan bahwa beberapa di antaranya mungkin telah dihapus dari versi rilis final atau akan hadir dalam pembaruan di masa mendatang. Hal ini menunjukkan dinamika antara inovasi Apple dan kepatuhan terhadap regulasi pasar yang terus berkembang.
Menanti Gebrakan Selanjutnya: Prediksi iOS 26.4
Secara keseluruhan, sebagian besar periode pengujian beta iOS 26.3 difokuskan pada perbaikan bug dan fitur-fitur spesifik Uni Eropa ini. Ini berarti bahwa pembaruan 26.3, di permukaan, mungkin tidak terasa masif bagi sebagian besar pengguna di luar fitur transfer data dan privasi. Namun, komunitas teknologi mengharapkan lebih banyak inovasi besar akan ditambahkan di iOS 26.4. Beta pertama iOS 26.4 diperkirakan akan dirilis pada bulan ini, mengisyaratkan siklus pengembangan Apple yang berkelanjutan untuk terus menghadirkan pembaruan dan fitur-fitur baru bagi para penggunanya di seluruh dunia. Para pengguna diharapkan untuk tetap memantau informasi resmi dari Apple dan sumber berita teknologi tepercaya untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa yang akan ditawarkan oleh pembaruan berikutnya.
Pembaruan iOS 26.3 dan iPadOS 26.3 mungkin tidak membawa daftar panjang fitur baru yang mencolok, tetapi dampaknya terhadap kebebasan pengguna, interoperabilitas platform, dan kontrol privasi tidak dapat diremehkan. Ini adalah bukti nyata bagaimana regulasi global mulai membentuk kembali cara raksasa teknologi beroperasi, mendorong mereka untuk lebih mempertimbangkan pilihan dan hak-hak pengguna di era digital.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi