JAKARTA – Era digitalisasi membawa kemajuan pesat, namun juga membuka gerbang bagi ancaman siber yang semakin masif dan kompleks. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia, menjadi target empuk bagi para pelaku kejahatan siber. Data menunjukkan skala serangan digital di tanah air bukan lagi hitungan ratusan atau ribuan, melainkan jutaan. Tercatat, potensi serangan siber secara nasional dapat mencapai sekitar 16 juta dalam periode tertentu, bahkan berpotensi terjadi dalam satu hari operasi.
Fakta mengejutkan ini diungkapkan oleh Co-Founder dan CEO Zentara, Regal Rauniyar Star, dalam sebuah kesempatan di kantor barunya yang berlokasi di Baic Tower, Tangerang Selatan. Menurut Regal, volume ancaman yang sedemikian besar menuntut pendekatan yang inovatif dan efisien dalam penanganannya. Sistem keamanan konvensional yang mengandalkan sepenuhnya pada analisis manual sudah tidak lagi memadai menghadapi gelombang serangan digital yang tak henti.
Daftar Isi
Desakan Otomatisasi di Tengah Badai Serangan Siber
Bayangkan seorang analis keamanan siber harus memproses 16 juta notifikasi atau potensi serangan setiap hari. Ini adalah beban kerja yang luar biasa dan secara manusiawi sangat sulit untuk diatasi secara efektif. Regal menekankan bahwa besarnya volume ancaman tersebut menuntut transisi menuju pendekatan yang lebih efisien melalui otomatisasi. “Jika seorang analis harus memproses 16 juta notifikasi atau potensi serangan, itu pekerjaan yang sangat besar,” ujar Regal, menggarisbawahi urgensi perubahan paradigma.
Otomatisasi bukan sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan krusial dalam pertahanan siber modern. Zentara meyakini bahwa dengan mengotomatisasi sebagian proses, misalnya 20% dari keseluruhan alur kerja penanganan insiden, efisiensi yang dihasilkan akan sangat signifikan. Otomatisasi dapat membantu analis menyaring serangan nyata dari peringatan palsu (false positives), yang seringkali membanjiri sistem dan membuang-buang waktu serta sumber daya. Dengan begitu, tim keamanan dapat fokus pada ancaman yang benar-benar memerlukan intervensi manusia, sehingga respons menjadi lebih cepat dan tepat.
Sinergi Nasional: Mengembangkan Solusi Siber Berbasis Lokal
Kebutuhan akan solusi keamanan siber yang relevan dengan karakteristik ancaman di Indonesia menjadi prioritas utama. Zentara memahami betul pentingnya pendekatan lokal ini, sehingga menjalin kerja sama strategis dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam pengembangan dan pengujian teknologi keamanan. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap solusi yang dibangun tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga sesuai dengan konteks dan regulasi keamanan siber di Indonesia. “Untuk mengembangkan solusi yang tepat bagi Indonesia, kami memang harus bekerja sama dengan BSSN,” tegas Regal, menunjukkan komitmen Zentara terhadap ekosistem keamanan siber nasional.
Kerja sama dengan lembaga pemerintah seperti BSSN juga memungkinkan Zentara untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang lanskap ancaman spesifik yang dihadapi negara, sekaligus menguji ketahanan teknologi mereka dalam skenario yang paling menantang. Ini adalah langkah vital untuk membangun kepercayaan dan memastikan bahwa teknologi buatan Indonesia mampu berdiri sejajar dengan standar keamanan global.
Membongkar Motif dan Membangun Pertahanan Holistik
Regal menjelaskan bahwa motif di balik serangan siber sangat beragam. Ada pelaku yang sekadar ingin menguji kemampuan teknis mereka atau membuktikan superioritas, namun tak sedikit pula yang memiliki motif finansial, menargetkan sektor perbankan dan institusi keuangan untuk mencuri dana atau memperoleh keuntungan ilegal. “Hacker pada dasarnya mencari ‘pintu yang terbuka’. Jika sistem memiliki celah, mereka akan mencoba masuk,” ungkap Regal, menyoroti pentingnya menutup setiap celah keamanan sekecil apa pun.
Untuk menghadapi spektrum ancaman yang luas ini, pendekatan keamanan harus komprehensif, mencakup aspek ofensif dan defensif secara bersamaan. Zentara menerapkan konsep ‘Red Team’ dan ‘Blue Team’ untuk menguji ketahanan sistem klien mereka. Tim ‘Red Team’ berperan sebagai ‘penyerang’ yang berupaya menemukan celah dan kerentanan dalam sistem, sementara tim ‘Blue Team’ berfungsi sebagai ‘pertahanan’ yang bekerja untuk memperkuat perlindungan dan menutup kerentanan tersebut sebelum dapat dimanfaatkan oleh pihak luar. Pendekatan proaktif ini memastikan bahwa sistem klien selalu berada dalam kondisi siaga tertinggi.
Pusat Operasi Keamanan 24/7 dan Visi Global
Di kantor barunya, Zentara juga menonjolkan fasilitas Security Operations Center (SOC) yang beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. SOC ini berfungsi sebagai mata dan telinga digital yang memantau lalu lintas jaringan dan potensi serangan secara real-time, lengkap dengan visualisasi serangan global. Meskipun demikian, Regal mengingatkan bahwa tidak semua notifikasi yang muncul merupakan serangan nyata. Tim analis yang terlatih bertugas menyaring alarm palsu, memverifikasi tingkat risiko, dan kemudian melakukan mitigasi yang diperlukan.
Investasi besar dalam infrastruktur dan teknologi ini bukan tanpa alasan. Zentara bertekad untuk membuktikan bahwa teknologi buatan Indonesia memiliki daya saing yang tinggi di tingkat global. Meskipun mengusung semangat nasional dan berakar di Indonesia, Zentara juga membangun entitas di Singapura. Langkah ini strategis untuk memperkuat kepercayaan pasar internasional dan menunjukkan komitmen terhadap standar global. “Tujuan kami menjaga klien dengan standar global, tetapi tetap berbasis teknologi Indonesia,” imbuh Regal, menunjukkan ambisi ganda perusahaannya.
Masa Depan Ketahanan Siber Indonesia
Perkembangan ekosistem digital nasional yang berlangsung sangat cepat memberikan optimisme tersendiri. Regal percaya bahwa dengan kolaborasi yang erat antara pelaku industri dan pemerintah, serta penguatan implementasi regulasi yang ada, Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun ketahanan siber yang lebih kokoh. Di tengah meningkatnya ancaman digital yang tak terhindarkan, sinergi antara otomatisasi canggih, keahlian lokal yang mumpuni, dan dukungan regulasi akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan ruang digital yang aman dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi