\n
mendikdasmen resmikan revitalisasi 81 sekolah di sulawesi tenggara index
mendikdasmen resmikan revitalisasi 81 sekolah di sulawesi tenggara index

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 81 Sekolah di Sulawesi Tenggara

Babak Baru Pendidikan di Bumi Anoa: Mendikdasmen Dorong Mutu dan Akses
Langkah progresif dalam dunia pendidikan Indonesia kembali ditorehkan, kali ini dengan fokus pada Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Bapak Abdul Mu’ti, secara resmi meresmikan rampungnya revitalisasi 81 bangunan sekolah dan pendirian dua satuan pendidikan baru di wilayah tersebut. Proyek ambisius ini didukung alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 senilai total Rp122 miliar, menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri.
Peresmian yang dilaksanakan di SMAN 7 Kendari pada Sabtu lalu menjadi simbol keberhasilan program ini. Bapak Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh program revitalisasi sekolah di Sultra yang dibiayai APBN 2025 telah tuntas 100 persen, berjalan sesuai perencanaan awal. Kehadiran infrastruktur pendidikan yang modern dan layak ini diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang lebih cerdas, kompetitif, dan siap menghadapi tant tantangan global.

Investasi Signifikan untuk Infrastruktur Pendidikan Modern
Revitalisasi sekolah bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan upaya fundamental untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan inspiratif. Dari total 81 sekolah yang direvitalisasi, SMAN 7 Kendari menjadi salah satu penerima manfaat signifikan dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,04 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk membenahi berbagai fasilitas vital, termasuk 11 ruang kelas yang kini lebih nyaman dan modern, perpustakaan yang dilengkapi dengan koleksi buku dan fasilitas baca yang memadai, laboratorium IPA yang mendukung eksperimen dan pembelajaran praktis, ruang OSIS sebagai wadah pengembangan kreativitas siswa, hingga fasilitas sanitasi yang layak dan bersih untuk seluruh komunitas sekolah.
Mendikdasmen menekankan pentingnya pemeliharaan dan pemanfaatan optimal dari sarana dan prasarana yang telah diperbaiki. “Kami berharap sarana dan prasarana yang telah diperbaiki ini dijaga dan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan mutu pendidikan, baik di level provinsi maupun satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya. Harapan ini mencerminkan visi jangka panjang pemerintah untuk memastikan setiap rupiah yang diinvestasikan benar-benar berdampak positif pada kualitas output pendidikan.

Memperluas Jangkauan Pendidikan: Hadirnya Dua Sekolah Baru
Selain revitalisasi, pemerintah pusat juga meresmikan dua sekolah baru yang strategis untuk memperluas akses pendidikan di wilayah kepulauan Sultra yang seringkali terkendala geografis. Kedua sekolah tersebut adalah SMAN 2 Siompu di Kabupaten Buton Selatan dan SMAN 7 Pasarwajo di Kabupaten Buton. Pendirian sekolah-sekolah baru ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan fasilitas pendidikan yang lebih dekat dan mudah dijangkau, mengurangi beban siswa yang harus menempuh jarak jauh untuk belajar.
Kehadiran sekolah-sekolah baru ini diharapkan mampu menampung lebih banyak siswa, mengurangi angka putus sekolah, dan memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak di daerah terpencil untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Ini adalah wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan keadilan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.

Akselerasi Digitalisasi: Masa Depan Pembelajaran yang Inovatif
Transformasi pendidikan tidak berhenti pada infrastruktur fisik, tetapi juga merambah ke ranah digital. Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga menyoroti progres pesat digitalisasi pendidikan di Sultra. Saat ini, penyaluran Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital interaktif di daerah berjuluk “Bumi Anoa” itu dilaporkan telah mencapai 95 persen. IFP merupakan teknologi mutakhir yang memungkinkan proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif, menarik, dan efisien, menggantikan fungsi papan tulis konvensional dengan fitur multimedia yang kaya.
Pemanfaatan IFP memungkinkan guru dan siswa mengakses berbagai sumber belajar daring, menampilkan presentasi interaktif, hingga berkolaborasi dalam proyek-proyek digital. Ini adalah langkah krusial dalam mempersiapkan siswa menghadapi era digital yang serba cepat, membekali mereka dengan keterampilan abad ke-21 yang relevan dengan tuntutan zaman.

Menjangkau Tanpa Batas: Solusi Inovatif untuk Tantangan Geografis
Kendala geografis seringkali menjadi penghalang utama dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di Indonesia. Namun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan solusi teknologi inovatif untuk sekolah-sekolah yang belum terjangkau infrastruktur dasar. “Bagi sekolah yang belum memiliki akses internet, pemerintah menyediakan layanan Starlink. Sementara untuk sekolah yang belum teraliri listrik, akan kami lengkapi dengan panel surya agar proses pembelajaran berbasis digital tetap berjalan lancar,” kata Abdul Mu’ti.
Inisiatif penggunaan Starlink, teknologi internet satelit, akan membuka pintu bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil untuk terhubung dengan dunia maya, mengakses informasi, dan memanfaatkan platform pembelajaran daring. Demikian pula, penyediaan panel surya akan memastikan pasokan listrik yang stabil, memungkinkan pengoperasian perangkat digital seperti IFP, komputer, dan perangkat lainnya, sekalipun di daerah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN. Langkah ini menggarisbawahi tekad pemerintah untuk tidak meninggalkan satu pun sekolah dalam upaya digitalisasi, memastikan setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

Mencetak Generasi Unggul dan Berdaya Saing Global
Semua program revitalisasi, pembangunan sekolah baru, dan inisiatif digitalisasi ini merupakan bagian integral dari upaya strategis pemerintah dalam mencetak generasi unggul yang kompetitif. Tujuan utamanya adalah mewujudkan Indonesia yang maju, bermartabat, dan berdaya saing global. Pendidikan berkualitas adalah fondasi utama untuk mencapai visi tersebut, dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki literasi digital tinggi, kritis, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
Mendikdasmen berpesan agar bantuan fasilitas teknologi tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh para tenaga pendidik dan siswa untuk terus meningkatkan literasi digital dan kemampuan adaptif. Tanggung jawab untuk menjaga dan mengoptimalkan fasilitas ini tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat sekolah – mulai dari guru, siswa, komite sekolah, hingga orang tua – untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan yang transformatif dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.

About applegeekz

Check Also

bi keyakinan konsumen ke ekonomi ri tetap kuat pada desember 2025 index

BI: Keyakinan Konsumen ke Ekonomi RI Tetap Kuat pada Desember 2025

Jakarta – Di tengah dinamika perekonomian global dan domestik yang terus berkembang, Bank Indonesia (BI) …