LONDON – Baru-baru ini, sebuah lelang yang menggegerkan dunia kolektor diadakan di mana sebuah jam saku berlapis emas milik pasangan Isidor dan Ida Straus, yang tragisnya tewas dalam tenggelamnya kapal Titanic, terjual dengan angka fantastis sebesar £1,78 juta, setara dengan USD 2,3 juta atau sekitar Rp38,3 miliar. Penjualan ini mencatatkan sebuah tonggak sejarah dalam dunia memorabilia Titanic, yang menunjukkan betapa berharganya artefak-artefak yang berkaitan dengan peristiwa kelam ini.
Mengenal Jam Saku Bersejarah ini
Jam saku yang terbuat dari emas 18 karat ini diproduksi oleh perusahaan jam ternama, Jules Jurgensen. Jam ini menjadi milik Isidor Straus, seorang penumpang kelas satu dan juga salah satu pendiri department store Macy’s yang terkenal di New York. Selama lebih dari seratus tahun, jam ini tetap dalam keluarga Straus, menjadi simbol warisan berharga yang menyaksikan banyak momen penting dalam sejarah. Isidor menerima jam ini sebagai hadiah pada usia 43 tahun, dan jam tersebut juga menjadi saksi bisu dari peristiwa memilukan yang terjadi pada malam itu di bulan April 1912.
Pada malam yang penuh bencana tersebut, lebih dari 1.500 jiwa melayang, termasuk Isidor dan istrinya, Ida. Kisah cinta mereka yang abadi kini terkenal berkat film blockbuster karya James Cameron, “Titanic” yang dirilis pada tahun 1997, di mana mereka digambarkan berpelukan saat kapal mulai tenggelam.
Detail Acara Lelang dan Artefak Lainnya
Lelang yang diadakan oleh Henry Aldridge & Son Auctioneers di Devizes, Wiltshire, tidak hanya menampilkan jam saku legendaris ini, tetapi juga sejumlah artefak lain yang berkaitan dengan kapal Titanic. Di antara barang-barang tersebut, surat tulisan tangan dari Ida yang ditulis di atas kertas resmi Titanic terjual dengan harga £100.000. Sebuah daftar penumpang asli dari kapal yang malang itu juga laku terjual seharga £104.000. Selain itu, medali emas yang diberikan kepada awak RMS Carpathia oleh para penyintas berhasil terjual dengan harga £86.000.
Secara keseluruhan, nilai lelang pada hari Sabtu tersebut mencapai £3 juta, menggambarkan besarnya minat terhadap memorabilia Titanic. Acara ini sekaligus menegaskan betapa pentingnya sejarah yang tersimpan dalam setiap artefak, terutama ketika kita mengenang tragedi yang mengguncang dunia ini.
Menjaga Kenangan Melalui Artefak
Tragedi Titanic tidak hanya membawa duka mendalam, tetapi juga menyimpan berbagai kisah berharga yang kini dapat kita temukan dalam benda-benda kuno seperti jam saku ini. Setiap artefak membawa cerita tentang cinta, pengorbanan, dan pelajaran yang ditawarkan oleh malam kelam tersebut. Dengan keberhasilan penjualan jam saku emas milik Isidor dan Ida Straus, kisah cinta mereka kini terus hidup dan menjadi pengingat bagi kita semua tentang arti sejati dari keberanian dan cinta dalam menghadapi badai kehidupan.
Dengan demikian, kita bisa melihat bagaimana benda-benda ini tidak hanya sekadar memorabilia, tetapi juga gelas waktu yang memungkinkan kita untuk merenungkan kisah-kisah yang terukir di dalamnya. Ini adalah warisan yang akan terus diingat dan diwariskan, mengingatkan kita tentang dampak abadi dari peristiwa bersejarah ini.
Apple Technos Memberikan informasi terkini khususnya teknologi dan produk apple