idm catat 285 ribu wisatawan kunjungi destinasi twc index
idm catat 285 ribu wisatawan kunjungi destinasi twc index

IDM Catat 285 Ribu Wisatawan Kunjungi Destinasi TWC

Sleman, Yogyakarta – Antusiasme luar biasa mewarnai perayaan liburan akhir tahun 2025, dengan lebih dari seperempat juta wisatawan membanjiri destinasi keajaiban budaya di bawah pengelolaan InJourney Destination Management (IDM). Entitas yang juga dikenal sebagai PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko ini mencatat total kunjungan sebanyak 285.060 wisatawan selama periode 20 hingga 31 Desember 2025. Angka fantastis ini tidak hanya menandakan pemulihan sektor pariwisata yang kuat, tetapi juga menegaskan daya tarik abadi warisan budaya Nusantara sebagai pilihan utama masyarakat dalam menghabiskan masa libur pergantian tahun yang berkesan.

Angka Kunjungan Fantastis: Cerminan Daya Tarik Warisan Budaya
Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur, menyatakan dari Candi Prambanan bahwa pencapaian ini adalah cerminan nyata dari magnet warisan budaya Indonesia. Destinasi yang meliputi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) serta unit Teater dan Pentas berhasil menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru, baik domestik maupun mancanegara. Periode singkat kurang dari dua minggu ini, yang bertepatan dengan musim liburan Natal dan Tahun Baru, menjadi bukti kapasitas destinasi-destinasi ini dalam mengelola arus wisatawan dalam jumlah besar sekaligus memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Prambanan: Kemegahan Hindu yang Memikat Puluhan Ribu Hati
Dari total kunjungan yang tercatat, Taman Wisata Candi Prambanan, kompleks candi Hindu termegah di Indonesia, menjadi primadona dengan mencatatkan angka kunjungan sebesar 174.798 wisatawan. Puncak kunjungan di TWC Prambanan terjadi pada tanggal 27 Desember 2025, ketika 19.617 wisatawan berbondong-bondong datang untuk mengagumi arsitektur yang megah dan relief-relief cerita Ramayana yang ikonik. Kemegahan Candi Prambanan dengan menjulang tinggi seolah mengundang setiap pengunjung untuk menyelami sejarah dan spiritualitas yang mendalam, menjadikannya destinasi wajib bagi pecinta sejarah dan budaya.

Borobudur: Monumen Buddhis Abadi yang Memukau Ribuan Pelancong
Tidak kalah mempesona, Taman Wisata Candi Borobudur, mahakarya arsitektur Buddhis terbesar di dunia, berhasil menarik 96.092 wisatawan dalam periode yang sama. Puncak kunjungan di Borobudur terjadi sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 26 Desember 2025, dengan jumlah pengunjung mencapai 11.726 orang. Sebagai situs Warisan Dunia UNESCO, Borobudur tetap menjadi daya tarik spiritual dan budaya yang tak lekang oleh waktu, menawarkan pengalaman meditasi, sejarah, dan keindahan alam yang harmonis di jantung Jawa Tengah.

Ketenangan dan Estetika di Keraton Ratu Boko
Bagi wisatawan yang mencari nuansa ketenangan dan estetika pemandangan, destinasi Keraton Ratu Boko menawarkan pengalaman yang berbeda. Situs istana kuno ini dikunjungi sebanyak 8.978 wisatawan. Puncak kunjungan di Ratu Boko terjadi pada tanggal 28 Desember 2025 dengan kehadiran 1.052 wisatawan. Ratu Boko seringkali menjadi pilihan favorit untuk menikmati matahari terbenam yang memukau dengan latar belakang perbukitan dan sisa-sisa bangunan keraton yang bersejarah, menawarkan kedamaian setelah hiruk pikuk kunjungan ke candi-candi utama.

Seni Pertunjukan: Ramayana Prambanan sebagai Pelengkap Budaya Malam Hari
Selain situs candi dan keraton, destinasi seni pertunjukan juga turut menyumbang pada kesuksesan liburan akhir tahun ini. Unit Teater dan Pentas di Kompleks Ramayana Prambanan mencatatkan total 5.944 penonton. Menariknya, puncak apresiasi terhadap pagelaran seni tradisional ini terjadi tepat di Hari Natal, 25 Desember 2025, dengan jumlah penonton mencapai 818 orang. Ini menandakan bahwa atraksi budaya malam hari, khususnya pertunjukan Sendratari Ramayana yang epik, menjadi pelengkap sempurna bagi perjalanan wisata di kawasan Prambanan, memberikan pengalaman budaya yang lebih holistik kepada para pengunjung.

Optimisme Tinggi untuk Pertumbuhan Pariwisata di Tahun Mendatang
Catatan lebih dari 285 ribu kunjungan dalam kurun waktu kurang dari dua minggu ini memberikan optimisme besar bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia di tahun-tahun mendatang. Gistang Panutur menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya sekadar angka, melainkan landasan kuat bagi manajemen IDM untuk terus meningkatkan standar layanan. Peningkatan ini mencakup aspek infrastruktur, pengalaman wisatawan, hingga keberlanjutan lingkungan dan budaya. IDM berkomitmen untuk memastikan setiap wisatawan yang berkunjung tidak hanya pulang membawa kenangan foto yang indah, tetapi juga pengalaman batin yang mendalam dan apresiasi yang lebih tinggi terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Meningkatkan Pengalaman Wisata: Lebih dari Sekadar Foto
Visi IDM melampaui sekadar jumlah pengunjung. Fokus utama adalah menciptakan pengalaman yang berkesan dan bermakna. Dengan terus berinovasi dalam penyediaan layanan, mulai dari pemesanan tiket yang mudah, fasilitas yang nyaman, hingga edukasi budaya yang interaktif, IDM berupaya menjadikan setiap kunjungan sebagai perjalanan penemuan. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata budaya kelas dunia, di mana setiap situs warisan tidak hanya terjaga kelestariannya tetapi juga terus hidup dan menginspirasi generasi.

About applegeekz

Check Also

dari jakarta hingga silicon valley lima tren teknologi 2026 yang akan mengubah cara kita hidup dan bekerja index

Dari Jakarta hingga Silicon Valley: Lima Tren Teknologi 2026 yang Akan Mengubah Cara Kita Hidup dan Bekerja

Tahun 2026 bukan sekadar penanggalan baru, melainkan sebuah titik balik di mana fondasi digital akan …