Penggemar Apple di seluruh dunia kembali dihadapkan pada kabar yang bercampur aduk antara antisipasi dan sedikit kekecewaan. Sebuah laporan terbaru dari The MacRumors Show mengungkapkan bahwa implementasi fitur Siri yang diperbarui dan didukung kecerdasan buatan (AI) sekali lagi menghadapi penundaan. Di tengah saga penantian AI ini, Apple juga bersiap meluncurkan sejumlah perangkat keras baru yang menarik, termasuk iPhone 17e dan model iPad generasi terbaru. Kombinasi berita ini menyoroti ambisi besar Apple di ranah AI, sekaligus tantangan kompleks yang harus mereka hadapi dalam mewujudkan visi tersebut.
Daftar Isi
Siri dan Janji Kecerdasan Buatan yang Tertunda
Janji akan Siri yang lebih personal, cerdas, dan responsif pertama kali digaungkan Apple pada Konferensi Pengembang Sedunia (WWDC) 2024. Saat itu, perusahaan memperkenalkan inisiatif āApple Intelligenceā, yang menjadi payung bagi serangkaian fitur AI inovatif yang akan disematkan ke dalam ekosistem mereka. Siri yang telah ādibangkitkan kembaliā ini, didukung oleh Apple Intelligence, diharapkan menjadi bagian integral dari iOS 18. Namun, tak lama kemudian, Apple mengumumkan bahwa fitur-fitur baru Siri akan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan, menunda peluncurannya hingga setahun kemudian.
Target awal kemudian bergeser ke iOS 26.4, yang rencananya akan memasuki tahap uji coba beta akhir bulan ini. Harapan para pengguna pun kembali membuncah untuk akhirnya bisa merasakan transformasi Siri yang dijanjikan. Sayangnya, laporan terbaru mengindikasikan bahwa proses pengujian internal telah āmengalami hambatanā yang tak terduga. Ini berarti sebagian besar atau bahkan semua fitur Siri yang diperbarui kemungkinan besar akan kembali ditunda, kemungkinan akan disebar ke rilis iOS 26.5 yang dijadwalkan pada Mei, atau bahkan iOS 27 yang akan meluncur pada September mendatang.
Mengungkap Masalah di Balik Layar Siri Terbaru
Permasalahan yang dialami Siri versi baru bukan tanpa alasan. Laporan menunjukkan adanya kendala serius dalam pengujian. Salah satu masalah utama adalah Siri terkadang gagal memproses kueri pengguna dengan benar, mengakibatkan respons yang tidak akurat atau bahkan jeda waktu yang terlalu lama. Akurasi menjadi kunci dalam pengalaman pengguna AI, dan kegagalan di area ini bisa sangat merusak kepercayaan pengguna. Lebih lanjut, terungkap pula bahwa Siri kadang kala ājatuh kembaliā menggunakan ChatGPT untuk informasi, alih-alih memanfaatkan teknologi berbasis Gemini yang telah menjadi hasil kerja sama Apple dengan Google. Hal ini terjadi bahkan ketika versi baru Siri seharusnya mampu menangani permintaan pengguna secara mandiri, menunjukkan inkonsistensi dalam implementasi teknologi AI intinya.
Fitur-fitur yang dijanjikan, seperti personalisasi mendalam, kesadaran konteks layar (onscreen awareness), dan kemampuan Siri untuk berinteraksi lebih luas di dalam serta antar aplikasi, telah diuji coba. Selain itu, Apple juga merencanakan fitur-fitur belum diumumkan secara resmi, seperti opsi untuk membuat gambar dengan Image Playground atau melakukan pencarian web langsung melalui Siri. Meskipun beberapa fitur ini mungkin masih bisa dimasukkan ke dalam iOS 26.4, situasi dilaporkan masih ācairā dan rencana dapat berubah sewaktu-waktu. Para eksekutif Apple tampaknya enggan menunda fungsionalitas Siri lebih jauh lagi dari musim semi 2026, yang menunjukkan urgensi mereka untuk menghadirkan fitur ini kepada pengguna, namun tanpa mengorbankan kualitas yang menjadi ciri khas Apple.
Untuk iOS 27, perubahan besar juga telah direncanakan, dengan Apple bertujuan untuk menambahkan fungsionalitas chatbot yang lebih canggih untuk bersaing lebih baik dengan Gemini dan ChatGPT. Versi Siri yang lebih baru ini juga dilaporkan akan memiliki integrasi yang lebih dalam dengan aplikasi dan sistem operasi Apple secara keseluruhan, menjanjikan pengalaman pengguna yang lebih mulus dan terhubung.
Inovasi Hardware: iPhone 17e dan Generasi iPad Terbaru Siap Meluncur
Di sisi lain, dunia hardware Apple tampak lebih siap menyambut pembaruan. Peluncuran iPhone 17e disebut-sebut āsudah dekatā, seiring dengan menipisnya stok iPhone 16e. Perangkat baru ini digadang-gadang akan hadir dengan empat fitur utama yang menarik: chip A19 dari iPhone 17, konektivitas MagSafe, modem seluler C1X, dan chip N1 untuk konektivitas Bluetooth, Wi-Fi, dan Thread. Kehadiran chip A19 akan membawa peningkatan performa signifikan, sementara MagSafe menawarkan kemudahan pengisian daya dan aksesori. Chip C1X dan N1 akan memastikan konektivitas yang lebih cepat dan stabil, sebuah kebutuhan esensial di era digital saat ini.
Selain iPhone, lini iPad juga akan mengalami penyegaran dalam waktu dekat. iPad Air generasi kedelapan diperkirakan akan melompat ke chip M4 yang bertenaga, membawa kemampuan komputasi setara Mac ke dalam form factor tablet yang ramping. Sementara itu, iPad generasi ke-12 diharapkan akan naik satu generasi chip ke A18. Peningkatan ini sangat penting karena chip A18 akan memungkinkan dukungan Apple Intelligence untuk pertama kalinya pada perangkat iPad standar. Ini menandai langkah strategis Apple untuk membawa kemampuan AI canggih ke lebih banyak perangkat dan pengguna, memperluas jangkauan ekosistem cerdas mereka.
Dampak dan Masa Depan Ekosistem Apple
Penundaan berulang pada Siri yang didukung AI menunjukkan kompleksitas luar biasa dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan mutakhir ke dalam sistem operasi yang sudah sangat matang. Apple dikenal dengan standar kualitasnya yang tinggi dan filosofi āit just worksā, sehingga mereka cenderung memilih menunda fitur daripada merilis sesuatu yang belum sempurna. Namun, di tengah persaingan AI yang semakin ketat, penundaan ini bisa menimbulkan pertanyaan tentang posisi Apple dalam perlombaan inovasi AI.
Di sisi lain, peluncuran hardware baru dengan chip yang lebih canggih seperti A19, M4, dan A18, adalah fondasi penting untuk fitur AI yang dijanjikan. Kemampuan pemrosesan yang lebih tinggi dari chip ini sangat krusial untuk menjalankan model AI yang kompleks secara efisien dan lokal di perangkat, sebuah pendekatan yang ditekankan Apple dalam strategi Apple Intelligence mereka. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan di sisi software, Apple terus berinvestasi besar pada hardware yang akan menjadi tulang punggung bagi masa depan AI mereka.
Secara keseluruhan, tahun ini akan menjadi tahun yang krusial bagi Apple. Bagaimana mereka mengatasi tantangan Siri, sekaligus sukses meluncurkan perangkat keras baru yang menarik, akan sangat menentukan narasi mereka di pasar teknologi. Pengguna Apple dapat berharap untuk melihat inovasi signifikan, meskipun mungkin dengan sedikit kesabaran lebih dalam menunggu janji AI yang lebih cerdas.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi