Daftar Isi
Gelombang AI Mengguncang Industri Musik Digital
Lanskap hiburan digital, khususnya layanan streaming musik, tengah mengalami transformasi masif berkat integrasi kecerdasan buatan (AI). Dari rekomendasi lagu hingga kurasi daftar putar (playlist) yang sangat personal, AI telah menjadi tulang punggung pengalaman mendengarkan musik modern. Fitur playlist berbasis AI, yang memungkinkan pengguna mengubah ide, suasana hati, atau genre menjadi daftar putar yang unik dan dinamis, kini menjadi daya tarik utama bagi banyak platform. Pertanyaannya, dalam persaingan yang kian ketat ini, akankah Apple Music ikut mengadopsi tren revolusioner ini, khususnya dengan kedatangan iOS 27?
Seiring dengan semakin meluasnya adopsi AI di berbagai aplikasi dan layanan, menemukan platform yang belum sepenuhnya merangkul teknologi ini menjadi semakin sulit. Di sektor musik, kecenderungan untuk menghasilkan playlist otomatis yang dipersonalisasi berdasarkan masukan teks pengguna telah menarik perhatian signifikan. Beberapa pemain besar telah melangkah maju, meninggalkan Apple Music sebagai salah satu dari sedikit raksasa streaming yang belum menawarkan fitur serupa secara native.
Para Pelopor: YouTube Music dan Inovasi Playlist AI-nya
Salah satu platform yang paling cepat beradaptasi adalah YouTube Music. Diperkirakan pada awal tahun 2026, layanan ini telah meluncurkan fitur playlist AI baru yang canggih bagi pelanggan YouTube Premium dan YouTube Music Premium. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk secara instan mengubah ide, suasana hati, atau genre tertentu menjadi daftar putar yang disesuaikan secara personal. Ini bukan sekadar filter sederhana, melainkan sebuah sistem yang memahami nuansa permintaan pengguna untuk menyajikan pengalaman mendengarkan yang benar-benar unik.
Di bagian ‘Library’ aplikasi YouTube Music, pengguna dapat menemukan opsi untuk ‘Create an AI playlist’. Di sini, pengguna bebas mengetikkan genre, artis, perasaan, frasa, atau saran lainnya. Misalnya, permintaan seperti “musik latar untuk belajar di pagi hari dengan nuansa lo-fi” atau “lagu-lagu upbeat tahun 90-an untuk pesta” akan menghasilkan daftar putar khusus dalam hitungan detik. Kemudahan akses dan fleksibilitas dalam menciptakan playlist ini menjadikan YouTube Music sebagai pemimpin dalam personalisasi musik berbasis AI.
Spotify: Menjelajahi Kedalaman Personalisasi dengan Prompted Playlists
Tidak mau kalah, Spotify, yang dikenal sebagai salah satu inovator utama di industri streaming musik, telah melakukan uji coba ekstensif fitur ‘Prompted Playlist’ sejak Januari 2026. Fitur ini memanfaatkan AI untuk menghasilkan rekomendasi musik berdasarkan permintaan berbasis teks yang lebih kompleks dan terperinci. Bagi pengguna Spotify Premium, fitur ini adalah game-changer.
Pengguna dapat mendeskripsikan jenis musik yang ingin mereka dengar, dan AI Spotify akan menganalisis riwayat mendengarkan, tren terkini, dan tangga lagu untuk menyusun rekomendasi lagu yang sesuai dengan parameter tersebut. Lebih dari itu, daftar putar AI ini bersifat adaptif; mereka tetap diperbarui dan disesarkan seiring perubahan pola mendengarkan pengguna. Contoh permintaan yang bisa dilakukan pengguna sangat beragam, mulai dari “musik dari artis favorit saya selama lima tahun terakhir,” lalu diperluas dengan “dan tampilkan lagu-lagu langka yang belum pernah saya dengar.” Permintaan juga dapat mencakup aktivitas spesifik dan periode waktu, seperti “pop dan hip-hop berenergi tinggi untuk lari 5K selama 30 menit yang menjaga kecepatan stabil sebelum beralih ke lagu-lagu santai untuk pendinginan.”
Fleksibilitas ‘Prompted Playlists’ Spotify memungkinkan pengguna untuk menyempurnakan daftar putar mereka dengan mengedit prompt, bahkan mengaturnya untuk diperbarui setiap hari atau mingguan dengan musik baru. Ini merupakan ekspansi signifikan dari fitur pembuatan playlist sebelumnya yang lebih sederhana, yang hanya berdasarkan suasana hati dan aktivitas. ‘Prompted Playlists’ menawarkan tingkat spesifisitas dan detail yang jauh lebih tinggi, mendorong batas-batas personalisasi musik.
Amazon Music: Maestro, Pesaing yang Tangguh
Sejak tahun 2024, layanan musik Amazon juga telah menghadirkan ‘Maestro’, sebuah fitur inovatif yang memungkinkan pengguna membangun playlist menggunakan prompt berbasis teks dan bahkan karakter emoji. Mirip dengan opsi yang ditawarkan oleh YouTube Music dan Spotify, Amazon menggambarkan Maestro sebagai fitur yang memberdayakan pengguna untuk menciptakan daftar putar apa pun yang mereka pikirkan. Fitur ini menekankan kemudahan penggunaan dan kemampuan untuk menerjemahkan imajinasi musik pengguna menjadi pengalaman mendengarkan yang nyata.
Apple Music: Posisi Tertinggal di Tengah Deru Inovasi AI?
Di tengah pesatnya perkembangan ini, Apple Music, meskipun telah lama menggunakan AI untuk menghasilkan playlist khusus seperti ‘For You’, masih belum memiliki opsi untuk mengetikkan prompt dan mendapatkan daftar putar yang disesuaikan secara langsung. Fitur ‘For You’ Apple Music memang cerdas dalam memberikan rekomendasi, namun pendekatannya masih lebih pasif dibandingkan dengan interaksi berbasis prompt yang ditawarkan pesaing.
Rumor dan spekulasi tentang masa depan Apple Music yang lebih terintegrasi dengan AI sebenarnya telah beredar cukup lama. Pada tahun 2025, Mark Gurman dari Bloomberg sempat melaporkan bahwa Apple sedang mengerjakan pembaruan besar untuk Apple Music yang akan berfokus pada AI. Meskipun kita memang mendapatkan fitur baru seperti AutoMix, yang memungkinkan transisi antar lagu lebih mulus, dan fitur terjemahan lirik yang diperbarui, opsi untuk menghasilkan playlist AI yang intuitif dan spesifik belum terwujud. Hal ini menempatkan Apple sebagai salah satu dari sedikit layanan streaming musik utama yang belum menawarkan pembuatan playlist AI berbasis prompt.
Harapan di iOS 27: Ketika Apple Intelligence Bertemu Musik
Dengan desas-desus yang semakin kuat tentang integrasi fitur ‘Apple Intelligence’ di lebih banyak aplikasi Apple pada iOS 27, ada kemungkinan besar bahwa kita akan melihat fitur AI Apple Music yang baru. ‘Apple Intelligence’ diperkirakan akan menjadi payung bagi berbagai kemampuan AI yang lebih canggih dan terintegrasi di seluruh ekosistem Apple. Jika ini benar, maka adopsi pembuatan playlist berbasis prompt di Apple Music bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan sebuah kebutuhan strategis untuk tetap kompetitif.
Integrasi mendalam dari ‘Apple Intelligence’ dapat memungkinkan Apple Music tidak hanya memahami perintah teks pengguna, tetapi juga menggabungkannya dengan data ekstensif seperti riwayat mendengarkan pengguna, preferensi artis, dan bahkan aktivitas yang sedang dilakukan (melalui data kesehatan atau lokasi), untuk menciptakan daftar putar yang tak tertandingi dalam personalisasi dan relevansinya.
Solusi Sementara: ChatGPT sebagai Jembatan ke Playlist Apple Music
Meskipun belum ada fitur AI playlist native, ada solusi sementara yang bisa dimanfaatkan pengguna Apple Music: menggunakan ChatGPT. ChatGPT mampu berintegrasi dengan Apple Music, memungkinkannya membuat rekomendasi musik dan playlist berdasarkan prompt pengguna. ChatGPT dapat mencari katalog Apple Music yang luas, namun ada batasan signifikan: ia tidak memiliki akses ke riwayat mendengarkan pengguna secara langsung. Hal ini membatasi tingkat personalisasi saran playlist yang diberikan.
Selain itu, playlist yang dibuat oleh ChatGPT juga perlu ditambahkan secara manual ke Apple Music, menambah beberapa langkah ekstra bagi pengguna. Meskipun ini adalah jalan pintas yang berguna, pengalaman yang ditawarkannya jauh dari kemulusan dan integrasi mendalam yang disediakan oleh solusi native Spotify atau YouTube Music.
Masa Depan Apple Music: Sebuah Kebutuhan, Bukan Sekadar Fitur Tambahan
Tekanan untuk mengimplementasikan fitur AI playlist yang canggih di Apple Music semakin kuat. Dengan para pesaing utama yang telah menancapkan standar baru dalam personalisasi dan interaksi pengguna, Apple Music berisiko tertinggal jika tidak segera merespons. Kedatangan iOS 27 dan ekosistem ‘Apple Intelligence’ yang dijanjikan menawarkan kesempatan emas bagi Apple untuk tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga berinovasi lebih jauh.
Fitur playlist AI native di Apple Music akan menjadi angin segar bagi jutaan penggunanya, memberikan mereka kendali yang belum pernah ada sebelumnya atas pengalaman mendengarkan mereka. Ini akan mengubah Apple Music dari sekadar perpustakaan musik menjadi kurator pribadi yang selalu siap sedia, memahami setiap nuansa keinginan musikal penggunanya. Dalam era di mana personalisasi adalah raja, integrasi AI playlist yang mulus bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan esensi dari masa depan streaming musik digital.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi