JAKARTA – Perusahaan teknologi ternama, Meta Platforms, akan menemui tantangan besar dalam persidangan yang dijadwalkan minggu depan. Gugatan ini dilayangkan oleh negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, dan berkaitan dengan tuduhan serius tentang eksploitasi seksual anak yang diduga terjadi di platform media sosial milik mereka, yaitu Facebook dan Instagram. Kasus ini menjadi sorotan publik karena merupakan yang pertama kalinya sampai pada tingkat persidangan juri dengan tuntutan seberat ini.
Gugatan resmi didaftarkan oleh Jaksa Agung New Mexico, Raul Torrez, yang mengklaim bahwa Meta telah gagal menyediakan perlindungan yang memadai bagi anak-anak dan remaja dari konten seksual ilegal. Menurutnya, perusahaan tersebut telah memberi ruang bagi para predator untuk mengeksploitasi anak di bawah umur melalui platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Lebih jauh, New Mexico menuding Meta mendapatkan keuntungan dari praktik yang sangat merugikan ini.
Daftar Isi
Tuduhan Menyangkut Keamanan Pengguna
Ada alasan kuat di balik gugatan ini, di mana pihak New Mexico menyatakan bahwa Meta memberikan akses yang terlalu mudah bagi individu dengan niat jahat untuk mendekati dan menganiaya anak-anak. Tuduhan ini menyentuh isu yang lebih luas, termasuk kekerasan nyata di dunia maya dan perdagangan manusia yang dapat terjadi sebagai akibat dari kurangnya pengawasan. Proses persidangan akan dimulai dengan pemilihan juri pada hari Senin, 2 Februari 2026, di Pengadilan Distrik Santa Fe, dengan estimasi berlangsung antara tujuh hingga delapan pekan.
Meta, di sisi lain, dengan tegas membantah semua tuduhan yang diajukan terhadap mereka. Perusahaan menegaskan bahwa mereka telah menerapkan beragam sistem keamanan untuk melindungi pengguna muda dari konten berbahaya. Kasus ini berawal dari sebuah operasi penyamaran yang dilakukan oleh Jaksa Agung New Mexico tahun lalu, di mana penyidik menciptakan akun palsu yang menyamar sebagai anak di bawah umur.
Operasi Penyamaran dan Temuan Mengkhawatirkan
Dalam operasi ini, akun-akun yang dibuat dengan identitas palsu tersebut menerima materi seksual eksplisit dan dihubungi oleh orang dewasa yang meminta konten serupa. Hasil dari penyamaran ini membawa konsekuensi serius, di mana tiga orang dituntut secara pidana, seperti diinformasikan oleh kantor jaksa pada 31 Januari 2026.
New Mexico juga menekankan bahwa Meta mendesain platformnya sedemikian rupa sehingga meningkatkan keterlibatan pengguna, meski menyadari bahwa hal tersebut dapat berdampak negatif pada kesehatan mental anak-anak. Fitur-fitur seperti pengguliran tanpa batas dan pemutaran video otomatis dianggap mendorong perilaku adiktif yang berisiko memicu masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, hingga potensi tindakan menyakiti diri sendiri.
Isi Gugatan dan Permintaan Perubahan
Dokumen gugatan mengungkap bahwa beberapa dokumen internal Meta sendiri telah mengakui adanya isu terkait eksploitasi seksual dan dampak negatif terhadap kesehatan mental pengguna muda. Namun, pihak New Mexico mengklaim bahwa Meta gagal menerapkan langkah-langkah keselamatan yang esensial, termasuk verifikasi usia bagi pengguna, serta menciptakan citra yang menipu tentang keamanan platform mereka.
Melalui gugatan ini, New Mexico tidak hanya meminta kompensasi finansial tetapi juga penetapan perintah pengadilan yang mengharuskan Meta untuk melakukan perubahan signifikan demi meningkatkan keselamatan anak-anak di platform mereka. Sebelum dimulainya persidangan, juru bicara Meta menggambarkan argumen yang diajukan oleh New Mexico sebagai sensasional dan tidak relevan, menyatakan bahwa tuduhan didasarkan pada narasi yang diseleksi secara cermat. Selain kasus ini, Meta juga menghadapi banyak gugatan hukum lain yang menuduh perusahaan sengaja mendesain produknya untuk menjadi adiktif bagi anak-anak dan remaja.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi