\n
pengguna ramai ramai tinggalkan tiktok skylight dan upscrolled makin populer di as index
pengguna ramai ramai tinggalkan tiktok skylight dan upscrolled makin populer di as index

Pengguna Ramai-Ramai Tinggalkan TikTok, Skylight dan UpScrolled Makin Populer di AS

JAKARTA – Dalam waktu yang singkat, aplikasi alternatif untuk TikTok semakin mendapatkan perhatian di Amerika Serikat. Fenomena ini terjadi setelah keputusan pemindahan kepemilikan TikTok, yang sebelumnya dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance, menjadi milik sekelompok investor asal AS. Langkah ini diambil seiring dengan berbagai isu yang mengemuka seputar platform media sosial tersebut.

Sejumlah aplikasi baru, seperti Skylight dan UpScrolled, kini berhasil menarik banyak pengguna yang mulai meninggalkan TikTok. Popularitas kedua aplikasi ini meningkat bersamaan dengan desakan yang menyatakan bahwa TikTok memiliki kecenderungan untuk menyensor konten yang kritis terhadap mantan Presiden Donald Trump dan pemerintahannya. Akibatnya, sejumlah pengguna mulai mencari alternatif yang dianggap lebih terbuka dan tidak membatasi kebebasan berekspresi.

Aplikasi Baru Mendapat Penerimaan Positif

UpScrolled, yang memperkenalkan diri sebagai aplikasi bebas sensor untuk TikTok, baru-baru ini berhasil masuk dalam jajaran sepuluh aplikasi gratis teratas di App Store Apple. Pada 27 Januari 2026, aplikasi ini mengalami lonjakan unduhan yang cukup signifikan. Namun, popularitas yang pesat ini juga membawa dampak, di mana server mereka sempat terganggu karena tingginya jumlah pengguna baru yang mendaftar.

“Kami merasa kewalahan dengan antusiasme yang luar biasa. Ini adalah tantangan bagi kita semua, tetapi kami terharu oleh dukungan kalian. Kami adalah tim kecil yang berdedikasi untuk menyediakan alternatif bagi platform yang tidak lagi mendengar suara kalian,” tulis tim UpScrolled dalam sebuah unggahan di Instagram.

Tuduhan Penyensoran Pada TikTok

Sejumlah pengguna TikTok melaporkan bahwa konten tertentu, seperti yang mengandung kata “Epstein”, mengalami penyensoran. Pengguna lainnya juga menyampaikan keluhan mengenai video-video yang kritik terhadap Trump, atau video yang menampilkan penggerebekan oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), yang tidak muncul di feed mereka. Fenomena ini menuai reaksi dari Gubernur California, Gavin Newsom, yang meminta penyelidikan berkaitan dengan cara TikTok menyaring konten-konten yang dianggap kritis.

Tidak lama setelah tuduhan tersebut, TikTok mengeluarkan pernyataan bahwa situasi ini disebabkan oleh problem teknis akibat pemadaman listrik di salah satu pusat datanya, yang berdampak pada kinerja sistem mereka.

Respons TikTok dan Upaya Pemulihan

Dalam sebuah siaran pers, TikTok menyatakan bahwa mereka tengah memperbaiki infrastuktur teknis mereka dengan bekerja sama dengan mitra pusat data di Amerika Serikat. Meskipun demikian, mereka mengakui bahwa masih mungkin terjadi gangguan dalam pengalaman pengguna akibat masalah konektivitas yang belum sepenuhnya teratasi.

“Kami berkomitmen untuk memperbaiki kinerja TikTok agar dapat kembali berfungsi secara optimal dalam waktu dekat. Kami akan terus memberikan informasi terbaru mengenai situasi ini,” demikian pernyataan resmi mereka seperti dilaporkan oleh The Independent.

Tren Pergeseran Pengguna ke Aplikasi Alternatif

Dengan plaksa pergeseran pengguna dari TikTok ke aplikasi alternatif, tren ini tampaknya akan menjadi semakin nyata, terutama bagi mereka yang sangat memperhatikan kebebasan berekspresi dalam berbagi konten. Munculnya berbagai aplikasi media sosial seperti Skylight dan UpScrolled memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna untuk menemukan platform yang lebih sesuai dengan nilai-nilai dan preferensi mereka, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang perlakuan yang adil di dunia digital.

About applegeekz

Check Also

instagram diisukan siapkan fitur berbayar baru beri pengguna keuntungan dan fitur tambahan index

Instagram Diisukan Siapkan Fitur Berbayar Baru, Beri Pengguna Keuntungan dan Fitur Tambahan

JAKARTA – Instagram, salah satu platform media sosial terpopuler di dunia, saat ini sedang mengembangkan …