JAKARTA – Xiaomi baru saja meluncurkan Mijia Smart Audio Glasses di pasar Indonesia. Peluncuran ini menjadi titik penting dalam upaya Xiaomi untuk memperluas jangkauan ekosistem perangkat wearable menjelang tahun 2026. Langkah ini sejalan dengan peluncuran Redmi Note 15 Series dan Redmi Buds 8 Lite, memperkuat strategi Xiaomi untuk mengembangkan integrasi antara perangkat ‘Human x Car x Home’. Menurut Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia, kedua produk wearable ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengguna Indonesia yang aktif dan dinamis.
Daftar Isi
Transformasi Brand Redmi
Selama bertahun-tahun, Redmi dikenal sebagai merek smartphone yang menawarkan nilai terbaik. Namun, di tahun 2026, identitas Redmi mulai berubah. Saat ini, Redmi ingin menjadi pengantara bagi konsumen untuk memasuki ekosistem AIoT yang lebih luas. Strategi ini bertujuan untuk mengarahkan pengguna agar memulai dengan smartphone mereka, kemudian bertransisi ke perangkat audio dan wearable pintar lainnya.
Inovasi pada Kacamata Pintar
Mijia Smart Audio Glasses menawarkan inovasi dalam desain audio wearable dengan pendekatan open-ear. Berbeda dari earbuds tradisional, kacamata ini dilengkapi dengan empat mikrofon yang memiliki kemampuan pengurangan kebisingan untuk angin hingga 4,5 m/s. Selain itu, terdapat mode privasi yang menggunakan algoritma canggih untuk meminimalkan kebocoran suara.
Kacamata ini tersedia dalam beberapa varian, termasuk Titanium (berat 27,6 gram), Pilot-Style, dan Browline. Dua model terakhir dilengkapi dengan sistem quick-release, sedangkan varian Titanium dan Browline sudah dilengkapi dengan perlindungan cahaya biru 25%. Model Pilot-Style juga menawarkan lensa hitam UV400 yang mampu memblokir hingga 99,99% sinar UVA/UVB.
Desain dan Fungsi Tahan Lama
Mijia Smart Audio Glasses menggunakan engsel piano-wire yang tahan hingga 15.000 kali lipatan dengan sertifikasi IP54, memastikan daya tahan dari debu dan percikan air. Baterai berkapasitas 114mAh memungkinkan pemutaran musik hingga 13 jam, dengan pengisian cepat yang hanya memerlukan waktu 10 menit untuk mendapatkan penggunaan selama 4 jam atau pengisian penuh dalam waktu sekitar 1 jam.
Pengguna juga dapat mengontrol berbagai fitur melalui aplikasi Xiaomi Glasses, termasuk dukungan untuk asisten suara, pelacakan perangkat, konektivitas dengan dua perangkat sekaligus, serta fitur perekaman audio dengan indikator LED.
Menyambut Redmi Buds 8 Lite
Sebagai pendamping, Xiaomi juga memperkenalkan Redmi Buds 8 Lite yang mengedepankan audio berkualitas. Buds ini dilengkapi dengan driver berukuran 12,4 mm dan teknologi Bluetooth 5.4, mendukung codec AAC/SBC, serta menawarkan lima mode EQ, Hybrid ANC hingga 42dB, dan mode transparansi. Dengan banderol harga Rp319.000, Redmi Buds 8 Lite dilengkapi dengan AI ENC yang memanfaatkan dual mikrofon untuk kualitas suara yang jernih bahkan di kondisi berangin.
Potensi Pasar dan Harga
Mijia Smart Audio Glasses dibanderol dengan harga Rp3.599.000 untuk varian Titanium dan Rp3.199.000 untuk varian Pilot-Style dan Browline. Dengan harga di rentang Rp3 juta, produk ini lebih ditujukan untuk segmen lifestyle tech, bukan mass market, memberikan peluang bagi early adopter untuk mencoba teknologi baru ini.
Dalam konteks pasar, kacamata audio ini berpotensi berkembang pesat karena desainnya yang memungkinkan pengguna mendengar audio tanpa menutup telinga. Ini sangat cocok untuk situasi kerja yang mobile, olahraga, dan interaksi sosial.
Apakah Kacamata Audio Ini Bisa Jadi Tren?
Melihat perkembangan teknologi TWS dalam beberapa tahun terakhir, yang awalnya dianggap sebagai produk yang niche dan kini menjadi mainstream, kacamata audio seperti Mijia Smart Audio Glasses berpeluang untuk mengikuti jejak tersebut, terutama di kota-kota besar.
Namun, tantangan besar tetap ada pada kebiasaan penggunaan dan persepsi sosial. Meski demikian, strategi Xiaomi yang mengandalkan basis pengguna Redmi yang besar sebagai jembatan distribusi teknologi baru terlihat cukup jelas. Dengan demikian, di tahun 2026, Redmi tidak hanya menjadi merek smartphone yang terjangkau, tetapi juga menjadi akses ke era wearable yang terintegrasi dalam gaya hidup sehari-hari. Jika adopsi berhasil, kacamata pintar ini tidak akan hanya sekadar aksesori, tetapi bagian tak terpisahkan dari ekosistem digital yang kita jalani sehari-hari.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi