JAKARTA – OpenAI baru saja meluncurkan fitur terbaru yang inovatif, yaitu prediksi usia, di platform ChatGPT. Keputusan ini diambil sebagai tanggapan atas meningkatnya kekhawatiran mengenai dampak penggunaan kecerdasan buatan (AI) terhadap anak-anak dan remaja. Seiring dengan popularitas ChatGPT yang terus meningkat, perhatian publik terhadap keamanan pengguna muda juga semakin mendalam.
Fitur prediksi usia ditujukan untuk mengidentifikasi pengguna yang berpotensi berusia di bawah 18 tahun dan secara otomatis menerapkan pembatasan pada jenis konten yang dapat mereka akses. Dalam beberapa waktu terakhir, OpenAI mendapat banyak kritik menyusul isu-isu serius terkait penggunaan platform ini di kalangan generasi muda. Beberapa kejadian tragis, termasuk laporan bunuh diri remaja yang berkaitan dengan interaksi dengan chatbot, meningkatkan urgensi untuk mengimplementasikan langkah-langkah perlindungan.
OpenAI juga disorot karena kemampuannya dalam mendiskusikan tema-tema sensitif, termasuk konten seksual, dengan pengguna yang belum dewasa. Pada bulan April tahun lalu, mereka dihadapkan pada masalah teknis yang membuat konten dewasa dapat terakses oleh pengguna di bawah umur, suatu insiden yang sangat mengkhawatirkan dan mengundang kritik luas dari masyarakat.
Daftar Isi
Inovasi sebagai Bentuk Perlindungan Pengguna Muda
Tim OpenAI menegaskan bahwa mereka telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan sistem perlindungan bagi pengguna di bawah usia 18 tahun. Fitur prediksi usia ini merupakan bagian dari penguatan sistem keamanan yang sudah ada sejak sebelumnya. Dalam penjelasan resmi yang diposting di blog mereka, OpenAI menyatakan bahwa algoritma AI digunakan untuk menganalisis akun berdasarkan sejumlah sinyal perilaku dan tingkat aktivitas pengguna.
Beberapa sinyal yang diperhatikan mencakup usia yang dinyatakan oleh pengguna, durasi akun terdaftar, serta waktu aktif akun tersebut. OpenAI menjelaskan, “Jika sistem kami mendeteksi sebuah akun yang kemungkinan dimiliki oleh pengguna di bawah 18 tahun, maka secara otomatis akan diterapkan filter konten yang sesuai.” Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi orang tua yang khawatir tentang keamanan anak-anak mereka saat menggunakan teknologi ini.
Penerapan Filter Konten untuk Melindungi Pengguna Muda
Filter konten ini berfungsi untuk membatasi pembicaraan mengenai topik-topik sensitif seperti kekerasan, seks, dan isu-isu lain yang dianggap tidak layak untuk anak-anak dan remaja. Langkah ini merupakan bagian penting dari upaya untuk memastikan bahwa pengguna muda dapat berinteraksi dalam lingkungan digital yang lebih aman.
OpenAI juga memberikan kesempatan bagi pengguna yang teridentifikasi salah sebagai anak di bawah umur untuk mengajukan peninjauan kembali status akun mereka. Proses ini melibatkan verifikasi identitas, yang salah satunya mencakup pengiriman swafoto melalui mitra resmi verifikasi identitas OpenAI, yaitu Persona. Dengan adanya fitur prediksi usia ini, OpenAI berkeinginan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pengguna muda serta memenuhi harapan masyarakat akan peningkatan keamanan penggunaan AI.
Komitmen OpenAI dalam Menanggapi Kekhawatiran Masyarakat
Pengenalan fitur ini mencerminkan upaya proaktif OpenAI dalam menghadapi tantangan yang ada saat ini. Dengan semakin banyaknya pengguna muda yang menjelajahi teknologi terkini seperti ChatGPT, tanggung jawab untuk melindungi mereka semakin besar. OpenAI berkomitmen untuk memastikan bahwa inovasi yang mereka ciptakan bukan hanya canggih, tetapi juga aman dan bermanfaat bagi semua kalangan, khususnya bagi generasi mendatang.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi