Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengadakan Kick-off Meeting Forum Komunikasi Riset dan Inovasi (FKRI) 2026 sebagai bagian dari upaya strategis untuk mengonsolidasikan riset yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional. Acara ini dihadiri oleh berbagai institusi strategis, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Kehadiran lembaga-lembaga ini menjadi bukti nyata dari komitmen kolaboratif dalam meningkatkan efektivitas riset untuk mendukung pembangunan di seluruh negeri.
Daftar Isi
Komitmen BRIN Terhadap Riset yang Berkualitas
Dalam sambutannya, Arif Satria, Kepala BRIN, menekankan pentingnya penelitian yang tidak hanya bersifat reaktif tetapi juga berbasis analisis yang mendalam serta data yang kredibel. Menurutnya, penting bagi setiap kebijakan pembangunan untuk dirumuskan dengan pendekatan yang terukur dan berlandaskan pada riset yang solid.
“BRIN berkomitmen untuk menjadi integrator riset nasional, dengan menggabungkan sumber daya infrastruktur dan keahlian yang ada di berbagai lembaga, sehingga hasil riset dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan pembangunan yang dihadapi oleh bangsa,” jelas Arif.
Membangun Solusi untuk Tantangan Real
Arif juga menekankan kebutuhan untuk membuat riset yang dapat memberikan jawaban atas berbagai masalah yang terjadi di masyarakat, mulai dari pengelolaan sumber daya alam, pangan, energi, hingga tantangan dalam transformasi digital dan isu lingkungan. “Inisiatif ini sangat krusial untuk mencapai target pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan,” paparnya.
Forum ini juga dirancang untuk menyelaraskan kegiatan penelitian yang dilakukan oleh BRIN dengan peta jalan strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Dengan demikian, diharapkan kolaborasi antar sektor dapat dioptimalkan, sehingga hasil inovasi yang dihasilkan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepatan Inovasi
Dalam meningkatkan indeks inovasi pemerintah, Arif menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Ini adalah bagian dari usaha untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dalam rangka mencapai visi Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Menanggapi inisiatif ini, Menteri Koordinator PMK, Pratikno, memberikan dukungan penuh terhadap langkah BRIN. Ia menekankan bahwa keberadaan BRIN sangat penting untuk memberikan arahan kebijakan yang berbasis data dan akurat.
“Dengan pendekatan ilmiah, kita dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat untuk mengatasi tantangan yang dihadapi masyarakat dan mempercepat capaian pembangunan sesuai dengan visi Presiden,” jelas Pratikno.
Tonggak Penting untuk Kontribusi Riset
Kegiatan Forum Komunikasi Riset dan Inovasi ini adalah langkah strategis yang sangat penting dalam mempercepat pembangunan di Indonesia. Melalui pengelolaan riset yang kolaboratif dan integratif, BRIN berkomitmen untuk memfasilitasi inovasi serta menjadikan hasil riset sebagai pendorong utama bagi pembangunan berkelanjutan di tanah air. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan hasil riset dapat menjadi solusi dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi