\n

...
dipercaya bekas besi pengikatnya benarkah buraq seperti kuda putih bersayap index
dipercaya bekas besi pengikatnya benarkah buraq seperti kuda putih bersayap index

Dipercaya Bekas Besi Pengikatnya, Benarkah Buraq seperti Kuda Putih Bersayap?

Peristiwa Isra Miraj adalah salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah Islam, sebuah perjalanan spiritual yang luar biasa dialami Nabi Muhammad SAW. Pada malam yang penuh berkah itu, Rasulullah diberi kehormatan untuk melakukan perjalanan agung dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem, lalu naik ke Sidratul Muntaha, melampaui tujuh lapis langit. Salah satu elemen sentral dalam perjalanan ini adalah Buraq, kendaraan istimewa yang menjadi tunggangan beliau. Namun, di tengah kisah yang menakjubkan ini, seringkali muncul pertanyaan dan penggambaran yang keliru mengenai bentuk Buraq, khususnya mitos tentang ‘kuda putih bersayap’. Artikel ini akan mengupas tuntas fakta-fakta tentang Buraq berdasarkan sumber-sumber yang sahih, serta menyingkap keberadaan pilar-pilar bersejarah yang dipercaya menjadi tempat Buraq diikat.

Perjalanan Isra Miraj: Sebuah Mukjizat Agung yang Menggetarkan Iman
Isra Miraj bukan sekadar kisah, melainkan penegasan akan keagungan Allah SWT dan status kenabian Muhammad SAW. Perjalanan ‘Isra’ adalah perjalanan malam hari dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al Aqsa di Yerusalem (Palestina). Jarak ribuan kilometer ditempuh dalam sekejap mata, sebuah fenomena yang melampaui nalar manusia dan hanya mungkin terjadi atas kehendak Ilahi. Setibanya di Masjid Al Aqsa, Nabi Muhammad SAW mengimami para nabi terdahulu dalam salat, menandakan kepemimpinannya atas seluruh umat.
Setelah Isra, dilanjutkan dengan ‘Miraj’, yaitu perjalanan naik ke langit ketujuh, hingga mencapai Sidratul Muntaha, sebuah batas yang tidak bisa dilampaui makhluk manapun kecuali dengan izin Allah. Di sana, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu, sebuah hadiah tak ternilai bagi umatnya. Seluruh rangkaian peristiwa ini menegaskan posisi Rasulullah sebagai utusan terakhir yang paling mulia, membawa pesan-pesan penting bagi seluruh umat manusia. Buraq, sebagai tunggangan dalam perjalanan Isra, menjadi saksi bisu dan bagian tak terpisahkan dari mukjizat ini.

Mengenal Buraq: Kendaraan dari Alam Gaib yang Penuh Keistimewaan
Pertanyaan yang sering muncul adalah: seperti apakah Buraq itu? Gambaran umum tentang ‘kuda putih bersayap’ telah lama beredar, baik dalam seni visual maupun cerita rakyat. Namun, deskripsi Buraq dalam riwayat yang sahih memiliki perbedaan signifikan. Buraq bukanlah kuda bersayap layaknya pegasus dalam mitologi Yunani.
Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Buraq digambarkan sebagai hewan tunggangan berwarna putih bersih. Ukurannya dijelaskan lebih besar dari keledai namun lebih pendek dari bighal. Kata ‘bighal’ sendiri merujuk pada bagal atau hibrida antara kuda dan keledai, yang umumnya berukuran lebih besar dari keledai namun lebih kecil dari kuda penuh. Jadi, Buraq memiliki ukuran yang unik, bukan semata-mata kuda. Keistimewaan lainnya adalah kecepatannya yang luar biasa. Setiap langkahnya mampu menempuh jarak sejauh ujung pandangannya. Ini adalah kecepatan yang melampaui pemahaman fisik kita, sebuah manifestasi dari kekuatan ilahiah.
Ustadz Ammi Nur Baits ST BA, seperti dikutip dari Konsultasisyariah, mempertegas deskripsi ini: “Dibawakan kepadaku hewan tunggangan berwarna putih, lebih pendek dari bighal dan lebih tinggi dari pada keledai, yaitu buraq.” (HR Bukhari Nomor 3207). Pernyataan ini secara jelas tidak menyebutkan adanya sayap. Buraq adalah makhluk gaib yang khusus diciptakan oleh Allah SWT sebagai kendaraan para nabi, dan tidak akan pernah ditemukan di alam dunia ini. Kehadirannya adalah bagian dari mukjizat Allah yang hanya dianugerahkan kepada utusan-Nya.

Pilar Bersejarah: Saksi Bisu Pengikat Buraq di Masjidil Haram
Salah satu aspek menarik dari kisah Buraq adalah kepercayaan bahwa Nabi Muhammad SAW sempat mengikat Buraq di suatu tempat sebelum memulai perjalanan Mi’raj-nya. Di area Masjidil Haram, Makkah, terdapat pilar-pilar yang diyakini secara turun-temurun sebagai lokasi pengikatan Buraq. Keberadaan pilar-pilar ini telah diabadikan dan menjadi daya tarik spiritual bagi jamaah haji dan umrah.
YouTuber Alman Mulyana, yang kerap berbagi pengalaman seputar Tanah Suci, pernah memperlihatkan pilar-pilar tersebut dalam kanal YouTube-nya. Ia menjelaskan bahwa pilar yang dipercaya menjadi tempat Rasulullah mengikat Buraq terletak di dekat pintu umrah. Menariknya, bukan hanya satu, melainkan ada dua pilar yang secara historis diidentifikasi dengan peristiwa ini.
Secara fisik, pilar-pilar ini tampak seperti tiang bangunan biasa. Namun, pihak pengelola Masjidil Haram tampaknya memberikan penanda khusus untuk membedakannya. Salah satu pilar, yang berwarna coklat kemerahan, terlihat dilingkari oleh sebuah cincin perak besar. Tak jauh dari sana, ada pilar lain berwarna coklat keabuan yang juga dihiasi cincin perak serupa. Cincin ini dipercaya melambangkan ikatan Buraq. Sayangnya, untuk saat ini, area sekitar pilar-pilar tersebut sedang dalam tahap renovasi, sehingga jamaah tidak diizinkan untuk mendekat secara langsung. Kendati demikian, keberadaan pilar-pilar ini tetap menjadi simbol pengingat akan kebesaran peristiwa Isra Miraj dan Buraq yang misterius.

Memahami Keistimewaan Buraq dalam Islam
Buraq bukanlah sekadar hewan tunggangan biasa. Ia adalah bagian dari mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW untuk memfasilitasi perjalanan Isra Miraj. Keistimewaannya terletak pada sifat gaibnya, kecepatannya yang tak tertandingi, dan desainnya yang spesifik untuk tujuan ilahiah. Kisah Buraq mengajarkan kita tentang dimensi lain dari eksistensi, di mana hukum-hukum fisika dunia tidak berlaku sepenuhnya. Ini adalah pengingat bahwa kekuasaan Allah tak terbatas, dan Dia mampu menciptakan apa pun dengan cara yang melampaui imajinasi manusia. Percaya pada Buraq adalah bagian dari keimanan seorang Muslim terhadap hal-hal gaib yang diceritakan dalam Al-Qur’an dan Hadis. Ia adalah bukti nyata akan kemuliaan Nabi dan kebenaran ajaran Islam.

Dari uraian di atas, jelaslah bahwa Buraq adalah tunggangan mukjizat yang unik dan istimewa dalam peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Deskripsi yang sahih dari hadis menggambarkan Buraq sebagai hewan berwarna putih, berukuran antara keledai dan bighal, dengan kecepatan yang fantastis—bukanlah ‘kuda putih bersayap’ seperti yang sering dibayangkan. Keberadaan pilar-pilar di Masjidil Haram yang dipercaya sebagai tempat pengikatan Buraq menjadi penanda sejarah dan spiritual yang penting bagi umat Islam, memperkuat narasi tentang perjalanan agung Rasulullah. Memahami Buraq sesuai dengan sumber-sumber Islam yang benar membantu kita mendalami keimanan dan mengapresiasi kebesaran mukjizat Allah SWT serta kenabian Muhammad SAW.

About applegeekz

Check Also

bakal hancur total gunung es di antartika berubah warna jadi biru index

Bakal Hancur Total, Gunung Es di Antartika Berubah Warna Jadi Biru

Biru Senja Sang Raksasa Antartika Di tengah hamparan putih abadi Antartika, sebuah fenomena alam yang …

Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.