Raksasa teknologi Apple baru-baru ini membuat pengumuman penting yang menarik perhatian jutaan penggunanya di seluruh dunia. Beberapa produk ikoniknya, termasuk model terakhir MacBook Air dengan prosesor Intel dan seluruh lini Apple Watch Series 5, kini secara resmi telah diklasifikasikan sebagai produk ‘vintage’. Keputusan ini menandai fase baru dalam siklus hidup produk Apple dan membawa implikasi signifikan terkait layanan purna jual serta ketersediaan suku cadang. Selain kedua perangkat tersebut, daftar produk ‘vintage’ juga bertambah dengan masuknya iPhone 11 Pro dan beberapa varian iPad Air serta iPhone 8 Plus. Pengumuman ini memberikan kejelasan bagi para pemilik perangkat lama tentang apa yang bisa mereka harapkan dari dukungan resmi Apple ke depan.
Era Vintage Dimulai: Daftar Lengkap Produk Baru yang Masuk Kategori
Menurut kebijakan resmi Apple, sebuah perangkat dikategorikan sebagai ‘vintage’ setelah lebih dari lima tahun sejak perusahaan tersebut berhenti mendistribusikannya untuk dijual. Status ini merupakan penanda bahwa meskipun produk tersebut masih bisa berfungsi, dukungan dan perbaikan resmi mungkin akan menjadi lebih terbatas. Berikut adalah daftar lengkap produk yang baru-baru ini ditambahkan ke daftar ‘vintage’ Apple:
* MacBook Air (Retina, 13 inci, 2020): Model MacBook Air Intel terakhir ini menjadi penanda akhir sebuah era sebelum Apple beralih sepenuhnya ke chip Apple Silicon yang revolusioner.
* Apple Watch Series 5 (semua varian): Mulai dari model aluminium standar, keramik mewah, Hermes, Nike, hingga baja nirkarat dan titanium, semua varian Apple Watch Series 5 kini masuk kategori vintage. Ini mencakup model 40mm dan 44mm.
* iPhone 11 Pro: Menyusul iPhone 11 Pro Max yang telah lebih dulu masuk daftar pada bulan September lalu, kini giliran model Pro standar yang menyusul.
* iPad Air (generasi ke-3, Wi-Fi + Cellular): Hanya model dengan konektivitas seluler yang masuk daftar ini, sementara model Wi-Fi saja belum mencapai status vintage.
* iPhone 8 Plus (128GB): Kapasitas tertentu dari iPhone 8 Plus juga telah diklasifikasikan, melengkapi varian lain yang sudah vintage sebelumnya.
Penambahan produk-produk ini ke daftar ‘vintage’ merupakan bagian dari proses alami siklus hidup produk teknologi, di mana model-model yang lebih tua secara bertahap mulai dihentikan dukungannya untuk memberi jalan bagi inovasi baru.
Jejak Sejarah MacBook Air Intel Terakhir dan Transisi ke Apple Silicon
MacBook Air (Retina, 13 inci, 2020) adalah saksi bisu dari era transisi besar di Apple. Diluncurkan pada Maret 2020, perangkat ini hadir dengan pilihan prosesor Intel Core i3 dual-core 1.1GHz, Intel Core i5 quad-core 1.1GHz, atau Intel Core i7 quad-core 1.2GHz, tergantung pada konfigurasi. Namun, masa edarnya sangat singkat, hanya bertahan delapan bulan di pasaran sebelum Apple menggebrak dunia dengan memperkenalkan MacBook Air bertenaga chip M1 pada November tahun yang sama, menandai dimulainya era Apple Silicon yang kini mendominasi jajaran Mac.
Klasifikasi ‘vintage’ untuk MacBook Air Intel terakhir ini secara simbolis menutup babak penting dalam sejarah komputasi Apple, menyoroti kecepatan inovasi dan perpindahan strategis perusahaan dari arsitektur Intel yang telah lama digunakan. Bagi banyak pengguna, model ini mungkin menjadi penutup pengalaman mereka dengan MacBook Air bertenaga Intel sebelum beralih ke performa dan efisiensi chip Apple Silicon yang lebih unggul.
Implikasi Status ‘Vintage’ bagi Pemilik Perangkat
Bagi para pemilik produk yang baru saja masuk daftar ‘vintage’, status ini membawa beberapa konsekuensi penting terkait layanan purna jual. Apple dan Penyedia Layanan Resmi Apple (AASP) *mungkin* masih menawarkan perbaikan untuk perangkat vintage, namun dengan satu syarat krusial: ketersediaan suku cadang. Ini berarti, jika sebuah komponen yang dibutuhkan untuk perbaikan, seperti layar, baterai, atau *logic board*, sudah tidak tersedia lagi di pasaran atau di gudang Apple, maka perangkat tersebut tidak dapat diperbaiki melalui jalur resmi.
Oleh karena itu, bagi pengguna yang memiliki perangkat tersebut, sangat disarankan untuk mempertimbangkan opsi perbaikan atau peningkatan sebelum ketersediaan suku cadang menjadi semakin langka. Meskipun demikian, perangkat vintage masih sepenuhnya fungsional dan dapat terus digunakan selama tidak ada kerusakan yang membutuhkan penggantian komponen. Namun, risiko tidak bisa diperbaiki akan meningkat seiring berjalannya waktu.
Dari ‘Vintage’ Menuju ‘Usang’: Batasan Dukungan yang Lebih Ketat
Seiring berjalannya waktu, perangkat yang telah menjadi ‘vintage’ pada akhirnya akan beralih ke kategori yang lebih final: ‘usang’ (obsolete). Apple menganggap sebuah perangkat ‘usang’ setelah lebih dari tujuh tahun sejak produk tersebut berhenti didistribusikan untuk dijual. Untuk perangkat yang masuk kategori ini, layanan perangkat keras umumnya sudah tidak tersedia sama sekali, dan pusat layanan Apple tidak akan lagi menyediakan suku cadang atau layanan perbaikan.
Sebagai contoh, hari ini headphone Beats Solo3 Wireless edisi khusus perayaan ulang tahun ke-90 Mickey Mouse yang dirilis pada 2018, telah dipindahkan dari daftar vintage ke daftar usang. Hal ini mengindikasikan bahwa dukungan resmi untuk perangkat tersebut kini telah sepenuhnya berakhir.
Namun, ada pengecualian penting untuk laptop Mac. Mereka memenuhi syarat untuk periode perbaikan baterai yang diperpanjang hingga 10 tahun sejak tanggal penghentian penjualan, juga tergantung pada ketersediaan suku cadang. Pengecualian ini memberikan sedikit kelonggaran bagi pengguna Mac, mengingat pentingnya baterai sebagai komponen inti yang seringkali menjadi masalah seiring usia perangkat.
Nasihat bagi Pengguna dan Tren Produk Apple
Bagi pemilik perangkat yang masuk daftar vintage, ada beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan. Pertama, pastikan perangkat Anda dalam kondisi baik. Jika ada potensi masalah yang memerlukan perbaikan, segera hubungi pusat layanan resmi Apple sebelum ketersediaan suku cadang menjadi kendala serius. Kedua, mulailah mempertimbangkan opsi peningkatan ke model yang lebih baru, terutama jika Anda sangat bergantung pada dukungan purna jual, pembaruan perangkat lunak terbaru, dan fitur-fitur keamanan yang mutakhir.
Ketiga, pahami bahwa meskipun berstatus ‘vintage’, perangkat Anda masih dapat berfungsi sebagaimana mestinya, namun dengan risiko lebih tinggi terkait perbaikan di masa mendatang dan kemungkinan terbatasnya pembaruan sistem operasi. Klasifikasi produk ini juga mencerminkan strategi Apple dalam mendorong pengguna untuk beralih ke perangkat yang lebih baru, yang menawarkan kinerja lebih baik, fitur terkini, dan tentu saja, dukungan penuh. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari siklus hidup produk teknologi di mana inovasi bergerak cepat dan model lama secara bertahap ditarik dari dukungan aktif.
Pengumuman Apple mengenai daftar produk ‘vintage’ yang baru ini, termasuk MacBook Air Intel terakhir dan Apple Watch Series 5, adalah pengingat akan evolusi konstan dalam dunia teknologi. Meskipun mungkin mengecewakan bagi sebagian pemilik, ini adalah langkah standar dalam manajemen siklus hidup produk yang memastikan Apple dapat fokus pada inovasi masa depan sambil tetap memberikan sedikit dukungan terbatas untuk perangkat lawas, selama memungkinkan.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi