Pada akhir tahun 2025, dunia teknologi Apple diguncang oleh spekulasi serius mengenai nasib salah satu produk paling premiumnya, Mac Pro. Sejak pembaruan terakhirnya pada tahun 2023, workstation ikonik ini tampaknya terombang-ambing tanpa arah yang jelas. Desas-desus terbaru, yang diperkuat oleh laporan dari Bloomberg, mengindikasikan bahwa Mac Pro mungkin telah “dikesampingkan” dan “sebagian besar dikesampingkan” oleh Apple. Apakah ini berarti akhir dari sebuah era, atau hanya fase transisi menuju sesuatu yang baru?
Perjalanan Mac Pro telah menjadi cerminan ambisi Apple dalam melayani segmen profesional. Namun, dengan munculnya Mac Studio yang lebih ringkas dan bertenaga, pergeseran strategis Apple semakin jelas. Perusahaan tampaknya melihat Mac Studio sebagai desktop pro-level kelas atas yang ideal, bahkan sampai titik di mana ia hampir sepenuhnya menggantikan posisi Mac Pro dalam ekosistem produk mereka. Kehadiran chip M5 Ultra yang direncanakan untuk tahun depan, yang menurut Bloomberg hanya akan digunakan untuk Mac Studio dan bukan Mac Pro, semakin memperkuat asumsi ini. Ini menimbulkan pertanyaan krusial: akankah Apple benar-benar menghentikan produksi Mac Pro ketika Mac Studio generasi berikutnya diluncurkan?
Dominasi Mac Studio: Sebuah Pengganti yang Lebih Unggul?
Perbandingan antara Mac Studio dan Mac Pro saat ini menunjukkan kesenjangan performa yang signifikan, bahkan sebelum chip M5 Ultra resmi hadir. Mac Studio terbaru yang ditenagai oleh chip M3 Ultra menawarkan spesifikasi yang jauh lebih superior dibandingkan Mac Pro yang masih mengandalkan M2 Ultra. Secara fundamental, Mac Studio mampu mendukung lebih banyak core CPU dan GPU, kapasitas penyimpanan internal maksimal yang jauh lebih besar (16TB vs. 8TB), serta memori terpadu (unified memory) yang lebih luas (512GB vs. 192GB).
Tidak hanya itu, kemampuan grafis dan konektivitas Mac Studio juga melampaui pendahulunya. Mac Studio dapat mendukung hingga empat layar 8K secara bersamaan, memberikan fleksibilitas luar biasa bagi para profesional multimedia dan desain grafis yang membutuhkan ruang kerja visual yang masif. Sementara itu, Mac Pro terbatas hanya pada tiga layar. Lebih lanjut, Mac Studio telah dilengkapi dengan teknologi Thunderbolt 5, sebuah standar konektivitas masa depan yang menjanjikan kecepatan transfer data yang ekstrem, fitur yang belum tersedia pada Mac Pro. Kesenjangan ini dipastikan akan semakin melebar dengan peluncuran Mac Studio yang dilengkapi chip M5 Ultra, membuat posisi Mac Pro semakin tidak relevan bagi sebagian besar pengguna profesional.
Keunggulan Terakhir Mac Pro: Slot Ekspansi PCIe
Meski Mac Pro terlihat tertinggal dalam banyak aspek, ia masih memegang satu keunggulan krusial yang membuatnya tetap relevan bagi segmen pengguna tertentu: slot ekspansi PCIe. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menambahkan kartu ekspansi khusus seperti kartu penangkap video RED, antarmuka audio profesional tingkat tinggi, atau kartu akselerator lainnya yang tidak dapat diintegrasikan dalam desain yang lebih ringkas seperti Mac Studio. Bagi para profesional yang pekerjaannya sangat bergantung pada perangkat keras eksternal dan kustomisasi mendalam, slot PCIe pada Mac Pro adalah sebuah keharusan.
Namun, keunggulan ini datang dengan harga. Mac Pro jauh lebih berat, lebih besar, dan lebih mahal dibandingkan Mac Studio dengan konfigurasi RAM dan penyimpanan yang setara. Bagi sebagian besar pengguna, meskipun mereka adalah profesional, rasio harga-kinerja Mac Studio jauh lebih menarik. Hanya sebagian kecil dari pelanggan kelas atas Apple yang benar-benar membutuhkan ruang ekspansi fisik yang ditawarkan Mac Pro. Ini menempatkan Apple pada dilema strategis: mempertahankan produk niche yang mahal atau fokus pada solusi yang lebih umum dan efisien.
Sejarah Pergulatan Apple dengan Pengguna Profesional
Hubungan Apple dengan basis pengguna profesionalnya tidak selalu mulus. Sejarah Mac Pro telah diwarnai dengan pasang surut, termasuk beberapa keputusan desain yang kontroversial. Ingatlah “Mac Pro tong sampah” yang dirilis pada tahun 2013? Desainnya yang inovatif namun minim fungsionalitas prioritaskan estetika di atas kebutuhan ekspansi internal, seperti penambahan GPU. Akibatnya, mesin tersebut menjadi sebuah kegagalan di mata banyak pengguna profesional, dan Apple menuai kritik tajam karena dianggap gagal memahami kebutuhan inti target pasarnya.
Mac Pro “tong sampah” bahkan tidak mampu menerima pembaruan karena keterbatasan termalnya untuk mendukung GPU yang berkembang pesat. Belajar dari kesalahan tersebut, pada tahun 2019, Apple meluncurkan Mac Pro modular dengan desain sasis yang lebih tradisional, yang dilengkapi delapan slot PCIe dan tiga kipas impeller besar untuk mendukung ekspansi dan pendinginan yang memadai. Meskipun Apple sempat memperbarui Mac Pro modular ini beberapa kali setelah peluncurannya, ia kini kembali terpinggirkan, menunjukkan bahwa sejarah terulang kembali dalam siklus produk Apple.
Revolusi Chip Apple Silicon dan Dampaknya
Penyebab utama perubahan paradigma ini adalah revolusi chip Apple Silicon. Arsitektur terintegrasi dan efisiensi daya yang luar biasa dari chip M-series telah memungkinkan Apple untuk menciptakan komputer dengan kinerja pro-level dalam format yang jauh lebih kecil dan dingin. Mac Studio, dengan chip M-series Ultra-nya, dapat menghadirkan kekuatan komputasi yang setara atau bahkan melampaui Mac Pro sebelumnya tanpa memerlukan ruang fisik yang besar untuk pendinginan atau slot ekspansi diskrit yang ekstensif, seperti yang sering dibutuhkan kartu grafis pihak ketiga.
Kemampuan memori terpadu (unified memory) dari Apple Silicon juga mengurangi ketergantungan pada memori terpisah untuk CPU dan GPU, meningkatkan efisiensi dan kecepatan. Ini berarti bahwa banyak tugas intensif yang dulunya membutuhkan arsitektur tradisional dengan banyak slot PCIe kini dapat diatasi dengan chip tunggal yang sangat kuat. Perkembangan ini secara inheren mengurangi kebutuhan akan ekspansi internal yang menjadi daya tarik utama Mac Pro tradisional, sekaligus memangkas biaya dan kompleksitas.
Menanti Keputusan Resmi: Akankah Mac Pro Punah?
Saat ini, versi M2 Ultra dari Mac Pro masih tersedia untuk dijual di situs web Apple dan belum secara resmi dihentikan produksinya. Fakta ini menyisakan secercah harapan bagi para puritan Mac Pro bahwa mungkin ada peluang untuk pembaruan di masa mendatang. Namun, dengan laporan yang mengindikasikan tidak adanya rencana untuk pembaruan signifikan pada tahun 2026, dan fokus yang jelas pada Mac Studio untuk chip M5 Ultra, masa depan Mac Pro terlihat semakin suram. Kehadiran Mac Studio telah mengisi kekosongan workstation berperforma tinggi dengan solusi yang lebih efisien dan modern, mengurangi urgensi atau bahkan alasan keberadaan Mac Pro yang lebih besar dan kurang fleksibel.
Jika Apple memutuskan untuk menghentikan Mac Pro, ini akan menandai akhir dari sebuah era workstation yang dapat diperluas secara modular, beralih sepenuhnya ke model yang lebih terintegrasi dan ringkas. Ini akan menjadi langkah signifikan yang mencerminkan kepercayaan Apple pada arsitektur Apple Silicon dan visinya untuk komputasi profesional masa depan. Para pengguna yang masih mengandalkan slot PCIe harus mulai mempertimbangkan alternatif atau menyesuaikan alur kerja mereka, karena gelombang perubahan di Apple tampak tak terhindarkan.
Era Baru Komputasi Profesional Apple
Masa depan Mac Pro tampaknya berada di persimpangan jalan. Dengan dominasi Mac Studio dan evolusi chip Apple Silicon, kebutuhan akan workstation besar dengan slot ekspansi internal tradisional semakin berkurang bagi mayoritas pengguna profesional. Meskipun Mac Pro masih menawarkan keunggulan niche melalui slot PCIe, keunggulannya yang lain telah dikalahkan oleh saudaranya yang lebih kecil dan lebih modern. Apple tampaknya sedang mengukir ulang definisi komputer profesional kelas atas, beralih dari menara modular yang masif ke sistem yang lebih terintegrasi dan efisien.
Apakah ini berarti kita akan mengucapkan selamat tinggal pada Mac Pro? Waktu akan menjawabnya, tetapi indikasi yang ada menunjukkan bahwa Apple siap untuk melangkah maju, meninggalkan legacy yang tak tergantikan di belakangnya untuk menyambut era komputasi profesional yang baru dan lebih efisien.
Apple Technos Berita Apple Terbaru, Rumor & Update Resmi